Ilustrasi penurunan tangkapan ikan. Foto: Antara


KBR, Mataram- Harga ikan di Nusa Tenggara Barat (NTB) naik hampir 3 kali lipat. Alasannya hasil tangkapan nelayan memasuki musim penghujan ini cukup sedikit yakni sekitar 10-20 kilogram sekali melaut. Sehingga harga ikan naik karena sedikitnya ketersediaan ikan.


Meski demikian, Kepala Dinas Pertanian Kelautan dan Perikanan Kota Mataram, Mutawalli mengatakan, naiknya harga ikan tak berdampak ke penghasilan nelayan. Karena itu, kata dia, hasil tangkapan nelayan perlu diolah terlebih dahulu untuk meningkatkan pendapatan nelayan.

“Kalau kemarin tujuh ribu dapat lima ekor, sekarang sudah 20 ribu karena nelayan kita sudah tidak berani turun karena cuaca. Sebenarnya tetap turun, namun tidak berani terlalu jauh. Kalau sedikit tangkapannya pasti harga ikan naik, kalau banyak tangkapan harganya turun. Sekarang paling tidak diolah agar harganya lebih tinggi," kata Mutawalli, Senin (3/10).

Sementara itu, salah seorang pembeli Ikan di pasar Dasan Agung, Mala menuturkan harga ikan tongkol cukup tinggi yakni mencapai Rp5–6 ribu per satu ekor. Padahal sebelumnya harga ikan tongkol hanya Rp10 ribu untuk 3-4 ekor ikan.

Menanggapi hal ini, Dinas Pertanian Kelautan dan Perikanan Kota Mataram terus memantau perubahan cuaca. Nelayan diperkirakan hanya mampu melaut dengan jarak sekitar 1-2 mil dari sebelumnya sekitar 4 mil. 

Berita lain: Lima Aliran Radikal Berkembang di NTB


Editor: Sasmito

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!