Sidang putusan Komisi Informasi Publik terkait Tim Pencari Fakta (TPF) Pembunuhan Munir, Senin (10/10). (Foto: KBR/Ade I.)



KBR, Jakarta- Komisi Informasi Pusat (KIP) mulai persidangan  putusan sengketa informasi Tim Pencari Fakta (TPF) Pembunuhan Munir. Anggota Majelis Komisioner KIP Yhannu Setyawan memastikan sidang sengketa dokumen TFP kasus Aktivis HAM Munir  akan dibacakan hari ini.

Sebelumnya sidang direncanakan digelar pukul 13.00 WIB. Namun, karena majelis hakim masih membutuhkan waktu diskusi sidang pun diundur. Yhannu enggan mengungkapkan lebih lanjut, kenapa sidang yang menelusuri dokumen Tim Pencari Fakta pembunuhan Munir ditunda sementara.

"Ngga ditunda hanya bergeser jam saja, lagi rapat majelis. Sebentar lagi paling dibacakan, ini mulai persiapan. Biasalah rapat majelis saja." ujarnya kepada KBR, Senin (10/10/2016)

Sidang KIP kasus Munir sudah enam kali bersidang dengan menghadirkan beberapa saksi, termasuk bekas anggota TPF Munir, Hendardi dan Usman Hamid. Sementara saksi lainnya seperti bekas Sekretaris Kabinet, Sudi Silalahi serta bekas Menteri Sekretaris Negara Yusril Izha Mahendra tak hadir dalam pemanggilan.

Ketua TPF Munir Marsudi Hanafi telah menyerahkan laporan akhir penyelidikan mereka kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 23 Juni 2005. Salinan laporan itu kemudian diberikan kepada sejumlah lembaga negara, termasuk Sekretariat Negara. Namun pada Maret 2015, Sekretariat Negara menyatakan tidak menguasai atau memiliki laporan TPF Munir. Kontras akhirnya menggugat Sekretariat Negara ke Komisi Informasi Pusat.  


Editor: Rony Sitanggang

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!