Sejumlah siswa SMK sedang belajar praktik otomotif. (Foto: setkab.go.id)



KBR, Bondowoso
– Jumlah sekolah kejuruan di Indoneia terus bertambah. Dalam sehari rata-rata ada 13 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang mengajukan izin operasi ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Informasi itu disampaikan Donny Sunarto, perwakilan dari Direktorat Pembinaan SMK di Kementerian Pendidikan. Donny mengatakan pesatnya pertumbuhan SMK di Indonesia dipicu tingginya minat siswa melanjutkan pendidikan ke sekolah kejuruan.

"Setiap hari ada 13 SMK yang melakukan pengajuan. Untuk saat ini, di Indonesia sudah tumbuh hingga 13 ribu SMK," kata Donny Sunarto kepada KBR, di Bondowoso, Rabu (5/10/2016).

Baca: Teknopreneur: 'SDM Ekonomi Digital Indonesia Mengkhawatirkan'

Donny mengatakan perkembangan SMK setiap tahun meningkat. Target Direktorat Pembinaan SMK adalah membuat prosentase jumlah SMK 60 persen lebih banyak dari SMA. Saat ini, kata Donny, prosentasenya masih berada pada angka 50:50.

Selain itu, pembentukan SMK juga untuk mengimplementasikan kebijakan Presiden Joko Widodo terkait pengembangan pendidikan vokasi, yaitu pendidikan tinggi yang diarahkan pada penguasaan keahlian terapan tertentu secara profesional untuk mendukung pembangunan infrastruktur.

"Presiden sudah mengeluarkan Inpres Nomor 9 Tahun 2016 tentang revitalisasi SMK, dimana SMK harus didukung semua lini. Mulai Kementerian hingga pemerintah daerah. Orientasinya mencetak tenaga ahli di bidangnya masing–masing," kata Donny.

Baca:  Jokowi Ingin Adopsi Sistem Pendidikan Vokasi Milik Jerman

Sebagaimana ditulis di laman Sekretariat Kabinet , dalam Inpres yang dikeluarkan 9 September itu Presiden Jokowi memerintahkan kepada semua pihak untuk "Menyusun peta kebutuhan tenaga kerja bagi lulusan SMK sesuai tugas, fungsi, dan kewenangan masing-masing dengan berpedoman pada peta jalan pengembangan SMK.

Presiden juga menginstruksikan Menko bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani untuk memantau dan mengevaluasi pelaksanaan Instruksi Presiden itu setiap enam bulan sekali, dan melaporkan hasilnya kepada Presiden.

Direktorat Pembinaan SMK di Kementerian Pendidikan juga tengah mempersiapkan perekrutan 3.000 asesor atau ahli yang memiliki kualifikasi dalam menilai kompetensi, di level SMK.

Para asesor nanti akan menumbuhkan tenaga terampil yang bersertifikat untuk menghadapi persaingan di dunia kerja.

Editor: Agus Luqman 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!