Legenda Tim Nasional Ini Ingin Jadi Pelatih

Bima Sakti sibuk mendirikan sekolah sepak bola dalam beberapa tahun terakhir.

Minggu, 16 Okt 2016 20:33 WIB

Kanan: Bima Sakti: Foto: Antara

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Balikpapan– Legenda tim nasional sepak bola Bima Sakti yang akan memutuskan gantung sepatu musim depan, memilih melanjutkan karirnya sebagai pelatih sepakbola.


Jebolan Primavera Italia itu mengatakan, kecintaannya terhadap olahraga paling popular di dunia itu, membuatnya tak bisa jauh-jauh dari sepakbola, setelah pensiun.

Anggota Komite Eksekutif Aosiasi Pemain Profesional Indonesia (APPI) itu menuturkan, sepak bola adalah bagian dari hidupnya, sehingga akan tetap di sepakbola hingga akhir hayat.

Hanya saja Bima secara terang-terangan menolak jika ditawari masuk dalam struktur Pengurus PSSI yang baru, meskipun mendapat tawaran dari siapapun yang terpilih jadi Ketua Umum PSSI.

“Kalau saya, saya lebih terfokus ke pelatih saja, kalau ke Pengurus (PSSI) saya pikir ada yang lebih mengerti lah untuk di bidang itu, saya tetap di kepelatihan. Karena ada yang lebih bagus dibandingkan saya, saya pikiran saya sebagai pelatih saja,” ujar Bima sakti, Minggu (16/10).

Pemain kelahiran Balikpapan 23 Januari 1976 itu mengungkapkan hanya ingin melahirkan talenta-talenta muda untuk menjadi pemain-pemain profesional sepak bola. Karena itulah, pemain terbaik di kompetisi nasional musim 2000 itu menolak menjadi Pengurus PSSI. Ia lebih memilih membangun Akademi Sepakbola di Pekan Baru dalam beberapa tahun terakhir.

Baca juga: Minta Pembongkaran Stadion Parikesit Ditunda, Persiba: Pertamina Belum Jawab


Editor: Sasmito

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Ikhtiar Membentengi Anak-anak Muda Dari Radikalisme

  • Kepala Korps Brimob soal Penganiayaan Anggota Brimob Terhadap Wartawan LKBN Antara
  • Wakil Ketua KPK Laode M Syarief Soal Sikap KPK Terhadap Pansus Angket KPK Di DPR
  • Mendikbud Muhajir Effendy Soal Penerapan Sekolah Lima Hari Sepekan
  • Jadi Kepala UKP Pembinaan Pancasila, Yudi Latif Jelaskan Perbedaan dengan BP7
  • Siti Nurbaya: Lestarikan Lingkungan Perlu Kejujuran

Pecah Antrian, PT ASDP Merak Pisahkan Kendaraan Pemudik Dengan Kendaraan Niaga

  • Desa Sambirejo Timur Tolak Jenazah Pelaku Teror di Mapolda Sumatera Utara
  • Pengamat: Eks ISIS Harus Direhabilitasi Sebelum Kembali ke Masyarakat
  • Lima Hari Bertugas, Dokter Anestesi Ditemukan Meninggal Dunia

Mudik seakan menjadi rutinitas tahunan dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri. Bagaimana kesiapan fasilitas sarana dan prasarana mudik tahun ini? Apakah sudah siap pakai untuk perjalanan pemudik?