Laporan TPF Munir, Kejagung: Kita akan Cari

"Intinya kita belum tahu apa yang menjadi materi dokumen itu. Saya pun belum pernah melihat, kita belum lihat."

Kamis, 13 Okt 2016 13:27 WIB

Ilustrasi (sumber: Omah Munir)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}


KBR, Jakarta- Kejaksaan Agung akan menelusuri keberadaan dokumen laporan akhir Tim Pencari Fakta (TPF) pembunuhan aktivis HAM Munir. Juru Bicara Kejagung, Muhammad Rum mengatakan, itu sesuai perintah Presiden RI, Joko Widodo.


"Intinya kita belum tahu apa yang menjadi materi dokumen itu. Saya pun belum pernah melihat, kita belum lihat. Tapi kita akan cari dokumen itu. Kita akan cari arsip laporan itu. Kita akan pelajari dokumen itu kalau dapat. Terus yang lainnya sesuai apa yang akan kita teliti nanti," kata Rum saat ditemui KBR di Kejaksaan Agung, Kamis (13/10/16).

Rum bersikukuh, Kejagung tidak pernah menerima salinan dokumen laporan akhir TPF tersebut. Karena Tim Pencari Fakta pembunuhan Munir diperintahkan langsung oleh Presiden. Oleh karena itu, kejagung tidak mengetahui bentuk dan isi laporan akhir TPF tersebut.

"Coba saja tanya sama TPF itu, pernah ngga ngasih ke Jaksa Agung. Kita masih mencari namanya juga," jelas Rum.

Sebelumnya, Presiden Jokowi memerintahkan Jaksa Agung untuk menelusuri keberadaan laporan akhir TPF kematian aktivis HAM Munir. Selain itu, Jokowi juga memerintahkan Jaksa Agung untuk mempelajari hasil laporan TPF tersebut.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas

  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres
  • SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh
  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil

Jokowi Minta Perbankan Beri Kredit UMKM

  • PT Angkasa Pura I Buka Peluang Musyawarah Terkait Konflik NYIA
  • Turki Ancam Serang Milisi Kurdi
  • PBB: Tiga Tahun Terakhir Terpanas Dalam Sejarah

Memberdayakan masyarakat bisa dilakukan dengan banyak cara. Salah satunya seperti apa yang dilakukan anak-anak muda asal Yogyakarta ini melalu platform digital yang mereka namai IWAK.