Pelantikan Jonan dan Archandra. Foto: Antara


KBR, Jakarta- Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) menilai Menteri ESDM Igansius Jonan dan Wakilnya Archandra Tahar tak punya komitmen terhadap energi bersih dan terbarukan yang ramah lingkungan. Koordinator JATAM, Merah Johansyah pun pesimistis keduanya mampu memberikan pengaruh siginifikan terhadap tata kelola ESDM. 


Menurut Johansyah, latar belakang keduanya hanya akan mempercepat infrastruktur pengurasan kekayaan alam. Jokowi kata dia, menempatkan bekas menteri perhubungan itu, untuk mempercepat ekstraksi sumber daya alam.

"Jadi kami melihat ini menteri tukang. Jadi menteri yang dipasang untuk meningkatkan laju pengurasan bahan tambang Indonesia. Resikonya ada dua, tambang kita akan habis dan kerusakan lingkungan. Kami Jatam pesimis karena dua ini hanya melayani kepentingan freeport  dan melayani kepentingan sumber daya alam yang masif lagi, dilihat dari backround mereka," ujarnya kepada KBR, Minggu (16/10/2016).

"(Jadi tidak ada komitem energi bersih/terbarukan?)ngga ada. Apalagi archandra ahli migas, migas kan energi fosil. Tambahnya lagi, kebijakan Archandra selama 20 hari menjabat menteri ESDM. Saat itu, dia memperpanjang eksport konsentrat PT Freeport sampai Januari 2017. Ini bagian dari kepentingan freeport,"katanya.

Pemerintah, kata dia seharusnya memastikan, kebijakan energi Indonesia tidak meninggalkan energi kotor seperti batu bara. Dia pun meminta pemerintah untuk merevisi kebijakan yang pro terhadap energi fosil. Semisal pembangkit listrik 35 ribu MW.

"Kita minta merevisi kebijakan listrik 35 ribu MW. karena 65 persennya memakai batu bara. Itu akan memperparah kerusakan lingkungan," pungkasnya.

Baca: Presiden Lantik Jonan Jadi Menteri ESDM

Presiden Joko Widodo mengangkat Ignasius Jonan dan Arcandra Tahar sebagai Menteri dan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Menurut presiden, keduanya merupakan sosok yang profesional dan sering terjun ke lapangan. Karena itu, Jokowi optimistis mereka bisa menyelesaikan masalah-masalah di Kementerian ESDM.

Presiden Jokowi menegaskan pelantikan Menteri dan Wakil Menteri ESDM ini terkait urusan manajemen. Jokowi meminta hal ini tidak dikaitkan dengan isu-isu personal atau politik.

Ignasius Jonan merupakan bekas Menteri Perhubungan yang dicopot Presiden Jokowi pada akhir Juli Lalu. Sementara, Archandra merupakan bekas Menteri ESDM yang dicopot setelah menjabat 20 hari.

Arcandra disebut sudah menjadi warga negara Amerika Serikat sejak Maret 2012. Karena Indonesia belum mengakui dwikewarganegaraan, secara hukum Arcandra dinilai sudah kehilangan status WNI-nya. Jabatan Menteri ESDM kemudian dilimpahkan kepada Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Panjaitan untuk sementara. Setelah melakukan analisis, pemerintah kemudian memutuskan Archandra sebagai WNI pada awal September lalu.


Editor: Sasmito 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!