Jelang Tahun Baru, Pemerintah Waspadai Harga Empat Komoditas Pangan

Meski begitu Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto memastikan saat ini stok pangan masih aman, terutama empat bahan kebutuhan pokok yaitu beras, gula pasir, jagung dan minyak goreng.

Selasa, 18 Okt 2016 11:39 WIB

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto saat menghadiri rapat dengan Komisi VI DPR di Senayan, Rabu (21/9/2016). (Foto: ANTARA)



KBR, Jakarta - Pemerintah bersiap menjaga keamanan stok bahan pangan menjelang pergantian tahun.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan saat ini pemerintah tengah menyiapkan strategi untuk menjaga stok pangan tetap aman.

Airlangga mengatakan setidaknya ada empat komoditas pangan yang diwaspadai yaitu beras, jagung, gula dan minyak goreng.

"Ya tentu pengamanan pasokan (bahan pangan), bulan November, Desember, Januari dan Februari. Ini antisipatif saja. (Komoditasnya apa saja?) Komoditas yang utama tentu beras, jagung, gula, nanti dilihat (komoditas) yang lain kalau ada waktu pembahasan. (Maksudnya mau impor?) Ini lagi dibahas strategi mengenai harga dan mengenai stok, dan juga mengenai produksi. Juga minyak goreng, satu lagi. Semuanya diwaspadai supaya tidak terjadi lonjakan harga," kata Airlangga di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Selasa (18/10/16).

Baca: Pemerintah Segera Tetapkan Harga Referensi Pangan

Meski begitu Airlangga memastikan saat ini stok pangan masih aman, terutama empat bahan kebutuhan pokok yaitu beras, gula pasir, jagung dan minyak goreng.

Mengenai kemungkinan importasi bahan pangan, Airlangga mengatakan, saat ini rapat penyiapan strategi masih berlangsung.

Hari ini, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menggelar rapat koordinasi menjaga stok pangan.

Rapat dihadiri Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita dan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto.  

Baca: BI Garap Aplikasi Harga Sembako

Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

Korupsi Alat Kesehatan, Ratu Atut Divonis 5,5 tahun penjara

  • Korupsi E-KTP, Jaksa Apresiasi Hakim Akui Peran Setnov
  • Pansel Klarifikasi Temuan Masyarakat Kepada Calon Komisioner Komnas HAM
  • Polisi: Tidak Ada Gejolak Sosial Pasca Pembubaran HTI di Solo

Perkawinan anak dibawah usia minimal, menjadi hal memprihatinkan yang seharusnya menjadi perhatian dari pemerintah apabila benar-benar ingin melindungi anak-anak sebagai generasi penerus Bangsa.