Ilustrasi drone. (Foto: Richard Unten/Flickr/Creative Commons)

KBR - Kelompok teroris ISIS mengeluarkan ancaman baru dalam serangan teror mereka di Irak. Baru-baru ini ISIS menggunakan pesawat mini tanpa awak (drone) yang dipasang bom.

ISIS menggunakan drone berpeledak itu menyerang posko penjagaan suku Kurdi pada 2 Oktober lalu. Ledakan drone itu menewaskan dua orang tentara Peshmerga (pasukan militer wilayah Irak Kurdistan) serta melukai dua tentara Prancis di sebelah utara Kota Mosul, Irak.

Drone pembawa bom itu meledak di lokasi sekitar 30 kilometer arah utara Kota Mosul. Saat ini pasukan koalisi sedang dalam misi merebut kota Mosul dari ISIS.

Jurnalis CNN Ben Wedeman menggambarkan drone yang digunakan ISIS itu sebagai drone murah buatan Tiongkok, yang mudah ditemukan di pasaran.

Tidak seperti halnya drone untuk pengamatan, drone yang dipakai ISIS di Irak itu meledak setelah pasukan Kurdi mengambilnya untuk diteliti.

Sementara itu Reuters menulis, drone itu sebelumnya sempat jatuh ke tanah saat terbang. Drone meledak saat dipungut pasukan Peshmerga (Kurdi). Associated Press memberitakan bom yang terpasang diduga mengandung bahan peledak C4 berdaya tinggi.

Koran Prancis Le Monde memberitakan drone yang meledak di utara kota Mosul sebetulnya sudah dicegat saat terbang, dan meledak saat jatuh ke tanah. Juru bicara militer Prancis menyatakan dua tentara mereka terluka saat hendak memeriksa drone itu.

New York Times memberitakan drone itu seukuran model pesawat terbang yang biasanya terbuat dari styrofoam. Dalam drone itu terpasang bom yang disamarkan menyerupai batere penyimpan daya. Belum diketahui apakah bom menggunakan sistem detonator kendali jarak jauh atau dengan pengatur waktu.

Milisi ISIS menyatakan mereka sedang mencoba menggunakan drone untuk melancarkan serangan, dan sudah dua kali mengujicoba serangan dengan drone dalam kurun waktu sebulan terakhir.

Bulan lalu, ISIS juga menggunakan drone yang ditempeli bahan peledak untuk menyerang pos tentara. Tidak ada korban jiwa, namun ledakan dari serangan drone itu merusak bangunan.

Militer Amerika Serikat mencatat ISIS sebelumnya sudah pernah menggunakan drone dalam aktivitas mereka. Juru bicara koalisi militer internasional melawan ISIS, John Dorrian mengatakan ISIS beberapa kali menggunakan drone pabrikan, untuk mengangkut dan mendistribusikan bahan peledak ke tempat lain.

"Kebanyakan untuk kegiatan pengamatan dan tidak.. digunakan sebagai senjata, atau seperti yang terbaru ini, menggunakan drone untuk serangan seperti gaya serangan Kuda Troya," kata John Dorrian.

Meski pasukan koalisi internasional yang dipimpin Amerika Serikat tidak terlalu menganggap serius ancaman drone ISIS, namun Dorrian mengatakan, pasukan koalisi akan tetap meningkatkan kewaspadaan menghadapi drone-drone yang digunakan ISIS. Pasukan tempur di lapangan diminta mewaspadai obyek-obyek terbang kecil sebagai benda berpotensi meledak.

Pasukan koalisi diantaranya menggunakan sistem pemantau drone, yang bisa mendeteksi, mengidentifikasi dan melacak ancaman drone, bahkan melumpuhkannya. BBC memberitakan tentara Amerika Serikat sudah melumpuhkan sejumlah drone yang dipasang bom.

Dalam beberapa bulan terakhir, badan intelijen Amerika Serikat CIA dan badan intelijen pertahanan DIA tengah diburu waktu untuk menyelesaikan SOP penanganan terhadap penggunaan drone oleh ISIS. Kementerian Pertahanan AS juga mengajukan dana tambahan 20 juta dolar AS ke Kongres untuk penanganan drone musuh. (CNN/Reuters/BBC/New York Times/Rudaw Kurdish Online) 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!