Ilustrasi: lapor.go.id



KBR, Banyuwangi- Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur mengejar target pembuatan sertifikat 13 ribu bidang tanah dalam program Proyek Operasi Nasional Agraria (Prona) di Tahun 2017. Kepala BPN Banyuwangi Hariono mengatakan, salah satu kunci keberhasilan program itu adalah dengan gencar mensosialisasikannya. Nantinya kata dia, program ini tersebar di 24 kecamatan dan 189 desa  yang ada di wilayahnya.

"Intinya tahun-tahun kemarin masih kurang jelas karena peran yang penting untuk pelaksanaan ini adalah sosialisasi ini sendiri. Kami menjajaki dulu kemungkinan bisa atau tidak atau kita yakin dilaksanakan 13 ribu itu akan kami laksanakan dan akan kami selesaikan pada September minggu ketiga," ujur Hariono, Senin (17/10/2016) dalam Sosialisasi Pelasanaan Sertifikasi Hak Atas  Tanah Prona 2017.

Hariono menambahkan Prona ini dimaksudkan untuk memberikan pelayanan pendaftaran pertama kali dengan proses yang sederhana, mudah, cepat, murah untuk percepatan pendaftaran tanah di seluruh Indonesia.

Dia juga mengingatkan agar para kepala desa dan kelurahan dalam melaksanakan Prona, agar tidak melakukan pungutan biaya di luar ketentuan sesuai Peraturan Pemerintah tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang Berlaku pada Badan Pertanahan Nasional. Kata dia, pembiayaan sertifikasi tanah dalam kegiatan Prona seluruhnya dibebankan kepada APBN melalui alokasi DIPA BPN. Peserta Prona hanya menanggung biaya-biaya yang berkaitan dengan alas hak/alat bukti perolehan/penguasaan tanah, patok batas, materai, dan BPHTB/PPh.

Sementara Itu, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar mengharapkan program ini bisa mempermudah masyarakat yang sulit memperoleh sertifikat hak milik atas tanahnya. Untuk membantu suksesnya program ini di Banyuwangi kata Anas, pihaknya akan memanfaatkan  program Smart kampung sehingga pelayanan prona di tingkat desa bisa lebih cepat. 

Editor: Dimas Rizky

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!