Hiswana Jelaskan Penyebab Kelangkaan Gas Melon di Beberapa Daerah

Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) memastikan pasokan gas elpiji 3 kilogram di sejumlah daerah berangsur normal.

Sabtu, 15 Okt 2016 15:58 WIB

Ilustrasi: kelangkaan gas elpiji 3 kilogram. (Foto: diskominfo.riau.go.id)

KBR, Jakarta - Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) memastikan pasokan gas elpiji 3 kilogram di sejumlah daerah berangsur normal. Sebab menurut Ketua Bidang Gas Elpiji 3 kg DPP Hiswana Migas, Heddy Hedian, pihaknya telah meminta tambahan persediaan ke Pertamina.

"Pasokan itu dengan fakultatif penambahannya hampir 4 hari kerja. Jadi selama 4 hari kerja ditambah pasokan reguler dengan alokasi masing-masing 1 hari, 100%," jelas Heddy S. Hedian saat dihubungi KBR.

Meski begitu, Heddy mengakui sempat terjadi kelangkaan gas elpiji 3 kilogram di beberapa daerah seperti Jakarta, Jawa Barat, dan Banten. Penyebabnya, kata dia, lantaran tingginya permintaan konsumen setiap mendekati hari-hari besar keagamaan.

"Tidak langka sekali, memang ada peningkatan kebutuhan di hari-hari besar keagamaan khususnya di bulan haji ini. Tetapi sudah diantisipasi dengan penambahan pasokan," imbuhnya.

Baca juga:

Heddy Hedian pun membantah dugaan yang menyebut menurunnya ketersediaan gas elpoji 3 kilogram itu karena pembatasan dari pertamina. Anggapan itu menyusul wacana pemerintah membatasi konsumsi gas bersubsidi 3 kilogram.

"Tidak ada kaitannya dan kami tidak dengar isu penarikan gas bersubsidi. Lebih karena adanya peningkatan kebutuhan dari masyarakat bertepatan dengan hari besar keagamaan, seremonial orang berangkat haji dan pulang haji. Satu hari yang lalu sudah normal di beberapa daerah yang kita pantau. Kita tetap pantau dan monitoring setiap hari," jelasnya.




Editor: Nurika Manan

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019
  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Permintaan atas produk laut Indonesia untuk kebutuhan dalam negeri maupun ekspor sangat besar tapi sayangnya belum dapat dipenuhi seluruhnya. Platform GROWPAL diharapkan dapat memberi jalan keluar.