Bagian dalam gerbong kereta api KA kelas Ekonomi New Image (K3) yang diluncurkan PT KAI Daops III Cirebon 2. (Foto: Frans Mokalu/KBR)

KBR, Cirebon - Mulai hari ini, Selasa (18/10/2016), pengguna kereta api di Daerah Operasi (Daops) III Cirebon bakal dimanjakan dengan kereta keluaran terbaru.

PT Kereta Api Indonesia akan mengganti rangkaian KA lama yang sudah berumur di atas 20 tahun, diantaranya adalah KA Cirebon Ekspres dan KA Tegal Bahari relasi Cirebon - Gambir.

Rangkaian kereta di dua KA itu, khususnya kelas Bisnis (K2), akan diganti dengan rangkaian kereta baru kelas 'Ekonomi New Image' atau K3 New.

Manajer Humas PT KAI Daop III Cirebon, Krisbiyantoro mengatakan rangkaian kereta baru pengganti K2 ini akan dioperasikan mulai tanggal Selasa, 18 Oktober 2016.

"Sejak tahun 2015, secara bertahap PT KAI mulai mengganti rangkaian kereta lama dengan yang baru," kata Krisbiyantoro di Cirebon, Senin (17/10/2016).

Penggantian kereta ini mengakibatkan perubahan kelas dan tarif, lebih murah dari kelas bisnis, namun fasilitas lebih baik. Bagi penumpang yang sudah memesan dan membeli tiket KA kelas Bisnis, akan mendapatkan pengembalian bea hari itu juga di stasiun tujuan.

"Ada selisih tarif dari Bisnis ke Kelas Ekonomi New Image. Penumpang akan mendapatkan pengembalian bea tiket sebesar 50 persen, tanpa perlu beli tiket baru. Jika penumpang menolak menggunakan K3 saat keberangkatan akan dikembalikan 100 persen," kata Krisbiyantoro.


Penggantian rangkaian kereta lama dengan yang baru di wilayah Daop 3 Cirebon akan selesai pada akhir tahun 2016.

"Penggantian kereta lama dimulai tanggal 18 Oktober 2016 dan akan selesai di akhir tahun," ujarnya.

KA jenis K3 (kelas ekonomi new image) ini sudah dilengkapi dengan pendingin ruangan (AC) dan dirancang lebih apik, dengan kapasitas 80 tempat duduk. Konfigurasi tempat duduk masing-masing dua seat kanan dan kiri. Rangkaian kereta K3 juga diklaim ramah penyandang difabel.

"AC-nya bukan AC split, fasilitas TV di tengah dan di ujung, dan dilengkapi penutup jendela rolling blind (tirai tingkap). Kereta ini juga ramah penyandang difabel," katanya.

Editor: Agus Luqman 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!