Hari Ini, Jemaat GBKP Pasar Minggu Ibadah di Kantor Kecamatan

Jemaat masih ingin ibadah di gereja mereka yang lama.

Minggu, 09 Okt 2016 09:26 WIB

Salah satu jemaat tengah mempersiapkan anak anak untuk ibadah minggu di kantor kecamatan. Foto: Eli Kamilah/KBR

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Jakarta- Hari ini, Minggu (9/10/2016) jemaat Gereja Batak Karo Protestan (GBKP) Runggun Pasar Minggu beribadah di kantor Kecamatan Pasar Minggu, Jalan Ragunan Raya Jakarta Selatan. Tepatnya di ruang serba guna lantai empat kantor kecamatan.

Ibadah ini merupakan ibadah pertama mereka pasca penolakan ibadah di gereja mereka di Tanjung Barat Lama, Jagakarsa oleh sekelompok warga.

Pendeta GBKP, Penrad Siagian mengaku tidak mengetahui sampai kapan ibadah mereka dilaksanakan di kantor kecamatan. Pihaknya, sampai saat ini masih mengupayakan permohonan pergantian IMB dari rukan menjadi rumah ibadah atau gereja. Sementara terkait relokasi, dia tetap meminta itu tidak menjadi prioritas utama pemerintah kota.

"Kita menghormati proses mediasi yang diinisiasi Gubernur. Jadi tentu mengharapkan pengurusan izin bisa segera. Ini kan yang bisa melakukan itu pa wali kota. Kita akan dorong itu," kata Penrad di Kantor Kecamatan Pasar Minggu Jakarta Selatan, Minggu (9/10/2016)

Dia pun tetap meminta jika harus relokasi, lokasi yang diberikan tidak menimbulkan masalah yang sama pada masa mendatang.

"Relokasi terbuka selama tidak melanggar aturan dan peraturan konstitusi. Kita mendengar usulan lokasi walkot di jalur hijau, dan tidak memungkinkan dan kalau kita paksakan akan menimbulkan hal hal yang tidak baik,"ujarnya lagi.

Sebelumnya, Penrad juga mengatakan masih akan mengecek dan menelusuri tempat yang diusulkan pemkot Jaksel. Rencananya, besok Senin (10/10/2016), Gereja akan menyerahkan tanggapan atas usulan tersebut kepada Wali kota Jakarta Selatan, Tri Kurniadi.

"Yang jelas sudah diminta untuk mencoba menelusuri daerah atau lokasi tersebut," kata Penrad.

Penrad menambahkan baik majelis gereja maupun jemaat tetap menginginkan ibadah dilaksanakan di gereja mereka.

"Jemaat gimana?jemaat tentu ingin hal itu, itu punya sejarah juga, karena sudah 21 tahun mereka disitu, mulai proses pembangunan dan lain lain," ungkapnya.

Baca: Ditanya Relokasi GBKP Pasar Minggu, Ini Jawaban Walikota Jaksel

Hari ini, Ibadah GBKP Runggun juga dihadiri Wali Kota Jakarta Selatan Tri kurniadi, dan Camat Pasar MingguEko Kardiyanto. Ibadah yang di mulai pukul 08.00 WIB itu mendapat pengawalan dari Polsek Pasar Minggu. Puluhan jemaat pun baik dewasa maupun anak anak sudah memenuhi ruang serba guna tersebut. Hingga berita ini diturunkan ibadah berlangsung aman. 

Editor: Sasmito

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

DPR Sahkan UU Pemilu, Jokowi : Sistem Demokrasi Berjalan Baik

  • Gerindra Yakin MK Batalkan Pasal Pencalonan Presiden di UU Pemilu
  • UU Pemilu Untungkan Jokowi
  • Hampir Empat Bulan, Jadup Banjir Aceh Tenggara Belum Cair

Perkawinan anak dibawah usia minimal, menjadi hal memprihatinkan yang seharusnya menjadi perhatian dari pemerintah apabila benar-benar ingin melindungi anak-anak sebagai generasi penerus Bangsa.