FKUB DKI Jakarta Wanti-wanti Isu SARA Selama Pilkada

Data menunjukkan tikat kerukunan beragama masih rendah

Kamis, 13 Okt 2016 21:25 WIB

Pilkada DKI Jakarta 2017 (Foto: Antara)

KBR, Jakarta- Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) mewanti-wanti terkait isu SARA selama pelaksanaan Pilkada DKI Jakarta. Ketua FKUB Ahmad Syafii Mufid mengatakan, berdasar data indeks dari Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri, tingkat kerukunan beragama di wilayah DKI Jakarta masih dibawah angka lima atau masih rendah.

Lebih lanjut Ahmad mengklaim FKUB telah berupaya meredam isu SARA dengan  mensosialisasikannya kepada tokoh-tokoh masyarakat, tokoh-tokoh agama pada tingkat kelurahan, kecamatan, dan tingkat kota.

"Kami juga melakukan sosialisasi kepada berbagai pihak dan juga mengenai peraturan perundangan2 terkait kerukunan antar umat beragama. Ini semua adalah upaya kami dalam membangun kerukunan umat beragama dan kami juga menampung segala aspirasi masyarakat terkait hal tersebut," ujar Ahmad Syafii Mufid dalam diskusi bertema "Mendorong Pilkada DKI yang Cerdas, Damai dan Tanpa SARA", di Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (13/10/2016).

Sementara itu pengurus PBNU Ahmad Ishomuddin mengatakan pelaksanaan kampanye politik pada pilkada 2017 harusnya lebih fokus pada visi-misi dan program Jakarta yang lebih maju. Ia juga menghimbau umat Islam tidak menggunakan ayat-ayat Alquran untuk tujuan politik seperti mengintimidasi, memojokkan, dan menjatuhkan lawan politik.

Sebelumnya petahana calon gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahja Purnama tengah mendapat tekanan isu SARA. Dia dianggap melecehkan umat Islam terkait pernyataannya beberapa waktu lalu. Terkait hal itu Ahok menyangkal telah melecehkan umat Islam dengan mengutip salah satu ayat Alquran. Meski begitu dia meminta maaf jika dianggap melakukan pelecehan.

Editor: Dimas Rizky 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi

  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum
  • SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan
  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah

Paripurna DPR Tetapkan Tujuh Anggota Komnas HAM

  • Polisi Masih Dalami Politikus Penyandang Dana Saracen
  • DKI Ubah Trayek Angkutan Umum demi Program OK-OTRIP
  • Tidak Ada Logo Palu Arit di Spanduk Yang Digunakan Warga Demo Tolak Tambang Emas