Ilustrasi: antrean truk (Foto: Antara)



KBR, Jakarta- Menteri Koordinator Kemaritiman sekaligus Pelaksana Tugas Menteri ESDM, Luhut Binsar Pandjaitan menyebut masalah dwelling time atau lama waktu bongkar muat di pelabuhan-pelabuhan besar, masih belum sesuai target. Kata dia, hal itu berdasarkan laporan tim yang dikirim khusus untuk memantau program tersebut di lapangan. Hasilnya, di pelabuhan-pelabuhan besar masih kerap menemukan antrean panjang kontainer.

"Dwelling Time kita jalan dan kami sekarang mengirim tim, jadi nggak boleh lagi nih orang-orang Pelindo-Pelindo bilang nggak, seperti kemarin. Kami tim-tim juga ke Belawan hari Sabtu, itu antrean mobil dan kontainer ya itu antre panjang," ucapnya kepada wartawan di Istana Negara, Jakarta.

Beberapa pelabuhan yang dipantau oleh tim dari Menko Bidang Kemaritiman diantaranya, Pelabuhan Belawan, Pelabuhan Tanjung Perak dan Pelabuhan Makassar. Dia menegaskan, beberapa langkah perbaikan harus diambil agar temuan antrean kontainer tidak menjadi masalah berkepanjangan. Salah satunya, melakukan perbaikan infrastruktur di pelabuhan, seperti pengadaan double crane. Selain itu kata dia, Pelindo bisa menggandeng swasta untuk menyelesaikan masalah tersebut.

"Ya banyak, memang dry port itu harus dibuat dan kemudian mekanisme kerja di dalamnya diperbaiki kemudian double crane itu harus dibuat kalau memang Pelindo kesulitan ajak swasta supaya kelihatan lebih transparan," ujarnya.

Sebelumnya pemerintah menetapkan waktu bongkar muat barang di pelabuhan atau dwell time di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta maksimal 2,5 hari. Hal itu berdasarkan hasil pertemuan Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi dengan eselon I dari berbagai kementerian dan lembaga terkait beberapa waktu lalu.

Menurut dia, dalam 2,5 hari tersebut komposisinya yakni waktu pre-clearance atau waktu pengajuan dokumen pemberitahuan impor barang selama satu hari. Kemudian, custom clearance atau pengecekan barang selama 12 jam. Untuk mencapai itu, dia meminta kepada masing-masing departemen dalam proses pre-clearance agar mederegulasi atau menyederhanakan peraturan agar perizinan masuknya barang ke pelabuhan menjadi cepat.

Selain itu, dirinya juga meminta para petugas dari masing-masing departemen terkait untuk melakukan piket bertugas di pelabuhan. Kemudian, pada proses custom-clearance Budi meminta, kepada Bea dan Cukai agar pengecekan barang bisa lebih dipercepat.

Editor: Dimas Rizky

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!