Erupsi Bromo pada pertengahan Desember 2015 lalu. Foto: kominfo.jatimprov.go.id


KBR, Malang– Sebanyak Rp600 juta dari anggaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, Jawa Timur  sebesar Rp 1 miliar, telah terpakai. Kepala BPBD Kabupaten Malang, Hafi Lutfi mengatakan, anggaran tersebut digunakan untuk pendirian posko erupsi Gunung Bromo di Kecamatan Poncokusumo dan posko siaga banjir di Desa Pujiharjo Kecamatan Tirtoyudho. 


Selain itu, dana juga digunakan untuk perbaikan rumah warga dan sarana umum terdampak bencana.

“Itu kan anggaran dana siap pakai. Terserap di kriteria bencana banjir, longsor, erupsi Bromo dan puting beliung yang kemarin terjadi di beberapa kecamatan,” kata Hafi, Senin (10/9).

Ia menambahkan, penanganan bencana tak hanya mengandalkan anggaran BPBD saja. Tapi juga melibatkan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) lainnya untuk perbaikan infrastruktur terdampak bencana.

“Terkait masalah bencana tidak hanya ditangani oleh BPBD. Kita juga punya SKPD yang memungkinkan untuk bisa dialihkan seandainya betul - betul diperlukan, seperti yang terjadi di (bencana erupsi) Gunung Kelud,” imbuhnya.

BPBD sudah mengajukan tambahan dana cadangan siap pakai sebesar Rp200 juta melalui Perubahan Alokasi Anggaran (PAK) APBD 2016. Selain itu, berbagai kelompok peduli bencana juga digandeng untuk bekerjasama kerja bakti massal di kawasan terdampak bencana.

Baca juga: Ini Kondisi 5 dari 7 Santri Langitan yang Tenggelam di Bengawan Solo


Editor: Sasmito

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!