Salah satu petani di Desa Banjardowo, Jombang, menunjukkan akar tanaman jagungnya yang membusuk setelah terendam air beberapa pekan. (Foto: KBR/Muji L.)



KBR,Jombang– Petani jagung di Jombang, Jawa Timur, dipastikan mengalami gagal panen, pada musim ini. Hal itu menyusul guyuran hujan deras yang terjadi dalam sepekan terakhir hingga menyebabkan tanaman jagung yang telah berumur dua bulan layu dan mati.
 
Salah satu petani asal desa Banjardowo, Solihin, mengatakan, setelah terendam air cukup lama, akar tanaman jagungnya membusuk dan tidak bisa diselamatkan lagi. Solihin menjelaskan, di desanya, ada puluhan hektare lahan yang ditanami jagung yang juga mengalami nasib serupa.

"Karena terlalu kebanyakan air hujan, nah hoyot-nya (akarnya) ini nggak bisa subur akhirnya kering, ini semua lahan-lahan ini sama-sama kena hujan, nggak bisa panen gagal," kata Solihin, Senin (17/10/16).
 
Menurut Solihin, cuaca tidak menentu ini membuat para petani kebingungan. Musim yang seharusnya masih kemarau dan cocok untuk tanaman jagung, namun kenyataannya kerap terjadi hujan deras. Sehingga, prediksi petani tahun ini meleset.

Para petani mengaku merugi karena tanaman jagung yang seharusnya bisa diharapkan tidak membuahkan hasil. Dalam satu hektare petani mengeluarkan biaya tanam hingga Rp. 5,5 juta. Mereka berharap agar pemerintah daerah bisa membantu kerugian petani.

 

Editor: Rony Sitanggang

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!