Ilustrasi pemungutan suara melalui perangkat elektronik atau e-voting. (Foto: kemendagri.go.id)

KBR, Banyuwangi - Pemerintah Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur, akan menggunakan sistem e-voting atau pemungutan suara secara elektronik, pada pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di Banyuwangi pada 2017 mendatang.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan sistem e-voting ini dinilai dapat meringankan tugas panitia penyelenggara sebab, begitu  selesai pemilihan hasilnya bisa langsung diketahui.

Pemungutan suara  secara e-voting  juga dapat meringkas waktu jika dilakukan sesuai petunjuk teknis. Kata Anas, di beberapa daerah di Indonesia juga telah menerapkan e-voting dan berjalan sukses.

Kata dia, persiapan yang dilakukan untuk  melaksanakan e-voting ini adalah terus meningkatan jaringan internet di seluruh desa di Banyuwangi dan mulai merancang  perangkat yang akan digunakan dalam e-voting tersebut.

"Secara infrastuktur kita jauh lebih siap dengan adanya FO di beberapa kantor desa dan speade yang  ada di tempat-tempat kita. IT itu terkadang tergantung pada cuaca juga, tiba-tiba pas coblosan heng itu. Tapi terus kita matangkan, total 53 desa,‚ÄĚkata Abdullah Azwar Anas Hari ini Rabu  (19/10/2016).

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menambahkan,  selain menerpkan pemungutan suara elektronik atau e-voting Pilkades di Banyuwangi  juga menerapkan teknis verifikasi daftar pemilih dengan menggunakan teknologi informasi yakni elektronik verifikasi (e-verifikasi).

Mekanisme e-verifikasi yakni pemilih yang sudah masuk Daftar Pemilih Tetap (DPT) hadir ke Tempat Pemilihan Suara (TPS) dengan membawa undangan dan KTP.

Hal tersebut, lanjut dia, berbeda dengan sistem manual. Dalam e-verifikasi ini Petugas TPS tinggal membaca atau KTP dengan alat khusus, sehingga nama DPT muncul dalam database yang sudah terkomputerisasi sebagai tanda kehadiran.

Pada tahun  2017 akan datang sebanyak  53 desa  dari total 189 desa di Kabupaten Banyuwangi akan melaksanakan pemilihan kepala desa serentak.

Daerah lain juga berencana menggunakan metode e-voting atau pemungutan suara secara elektronik dalam pelaksanaan pilkades. Diantaranya di Kabupaten Bojonegoro, yang akan menggelar pilkades serentak pada November 2016 di 32 desa.

Sebelumnya, sejumlah daerah sudah sukses menggelar e-voting dalam pemilihan kepala desa, seperti pilkades serentak di 161 desa di Kabupaten Banyuasin pada 24 Oktober 2015.

Menurut data Kementerian Dalam Negeri, dari 70 ribu desa di Indonesia, sebanyak 412 desa sudah memanfaatkan teknologi e-voting dalam pemilihan kepala desa.

Editor: Agus Luqman 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!