BPS: Inflasi September 0,22 Persen

"Kita harapkan tiga bulan ke depan tetap terkendali, sehingga target yang dipasang tertap tercapai,"

Senin, 03 Okt 2016 13:34 WIB

Ilustrasi (sumber: Antara)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}



KBR, Jakarta- Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan indeks harga konsumen (IHK) pada bulan September 2016 mengalami inflasi sebesar 0,22 persen. Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, inflasi pada September ini sangat terkendali. Kata dia, apabila tren inflasi rendah itu tetap bertahan hingga tiga bulan ke depan, target pemerintah yang mematok inflasi di bawah 4 persen akan tercapai.

"Inflasi bulan September 2016 adalah sebesar 0,22 persen. Dengan posisi seperti ini, inflasi tahun kalender 2016 sebesar 1,97 persen. Dengan memperhatikan kalender yang sebesar 1,97 persen, kita harapkan tiga bulan ke depan tetap terkendali, sehingga target yang dipasang tertap tercapai," kata Suhariyanto di kantornya, Senin (03/09/16).

Suhariyanto mengatakan, inflasi pada September tahun ini tergolong terkendali, karena nilainya masih di bawah 1 persen. Dia juga menyebutkan, inflasi tahun ke tahun atau year on year sebesar 3,07 persen. Menurutnya, sepanjang Januari hingga September 2016, nilai inflasi tahunan selalu lebih rendah dibanding tahun lalu.

Suhariyanto  berujar, dari 82 kota IHK yang ditelit BPS, 58 kota mengalami inflasi, sedangkan 24 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Sibolga sebesar 1,85 persen, sedangkan inflasi terendah terjadi di Purwokerto dan Banyuwangi sebesar 0,02 persen. Adapun  deflasi tertinggi terjadi di Pontianak, yakni sebesar 1,06 persen.

Kata Suhariyanto, apabila dilihat berdasarkan komponen pengeluaran, inflasi pada September terjadi karena adanya kenaikan harga pada pulsa telepon seluler, biaya sewa rumah, biaya akademi dan perguruan tinggi, harga rokok, biaya tarif listrik, dan harga cabai merah.


Editor: Rony Sitanggang
 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

KPPU Belum Temukan Indikasi Monopoli PT IBU

  • Menristek Bakal Tindak Dosen HTI Sesuai Prosedur
  • PUPR Kejar Sejumlah Ruas Trans Sumatera Beroperasi 2018
  • Kelangkaan Garam, Kembali ditemukan Garam Tak Berlogo BPOM

Perkawinan anak dibawah usia minimal, menjadi hal memprihatinkan yang seharusnya menjadi perhatian dari pemerintah apabila benar-benar ingin melindungi anak-anak sebagai generasi penerus Bangsa.