Berani, Alasan Jokowi Lantik Duet Jonan-Tahar

"Pak Menteri, Pak Wakil Menteri bisa menyelesaikan masalah-masalah yang ada di ESDM dan menjadi sebuah team work yang baik,"

Jumat, 14 Okt 2016 14:43 WIB

Pelantikan Menteri dan Wakil Menteri ESDM Ignasius Jonan dan Arcandra Tahar. (Sumber: Setkab)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}



KBR, Jakarta- Presiden Joko Widodo mengangkat Ignasius Jonan dan Arcandra Tahar sebagai Menteri dan Wakil Menteri ESDM untuk melakukan reformasi besar-besaran di Kementerian ESDM. Jokowi mengatakan dua sosok dari kalangan profesional ini dikenal berani, kompeten dan sering terjun langsung ke lapangan.

"Saya yakin beliau berdua ini adalah, dua-duanya keras kepala, tapi suka terjun di lapangan. Ya ini bukan tugas yang mudah tapi saya yakin beliau berdua, Pak Menteri, Pak Wakil Menteri bisa menyelesaikan masalah-masalah yang ada di ESDM dan menjadi sebuah team work yang baik," kata Jokowi usai melantik Jonan dan Arcandra di Istana Negara, Jumat (14/10/2016).

Presiden Jokowi menegaskan pelantikan Menteri dan Wakil Menteri ESDM ini terkait urusan manajemen. Jokowi meminta hal ini tidak dikaitkan dengan isu-isu personal atau politik.

"Ini isu manajemen jangan ditarik ke isu-isu personal dan isu politik," tegas Jokowi. 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas

  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres
  • SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh
  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil

Soal Impor Garam, Menteri Susi: Rekomendasi KKP Diabaikan

  • Menhan Minta Rencana Pembelian Hercules TNI AU Perhatikan Ketersediaan Anggaran
  • Vonis Budiawan, Kepolisian Banyuwangi Terjunkan 500 personil
  • Perundingan Masih Alot, Penutupan Pemerintahan di AS Berlanjut

Satu keluarga bisa jadi kesulitan makan, yang lain punya kelebihan makanan.