Banjir, Ribuan Rumah Terendam dan Jalur Cilacap-Pangandaran Putus

"Jadi jika sampai sampai Sungai Pelimpahan meninggi akhirnya menutup jalan. Jadi yang putus total itu kan jalan nasional."

Senin, 10 Okt 2016 17:13 WIB

Banjir di Sidareja, Cilacap, Jateng, Senin (10/10). (Foto: KBR/M. Ridlo)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}



KBR,  Cilacap– Hujan deras yang terjadi dua hari terakhir menyebabkan banjir merendam ribuan rumah di belasan desa Kabupaten Cilacap. Selain itu, mulai Senin siang hingga sore ini, jalur Cilacap menuju Pangandaran dan sebaliknya masih ditutup total akibat meluapnya Sungai Pelimpahan, Citanduy.
 
Camat Patimuan, Muji Utomo mengatakan banjir yang memutuskan ruas jalan nasional di wilayahnya tersebut, disebabkan oleh dibukanya saluran  buang Sungai Citanduy. Kata dia, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy terpaksa membuka saluran buang lantaran debit Citanduy terlalu besar. Jika tidak dibuang di bagian hulu, dikhawatirkan akan menyebabkan jebolnya tanggul di beberapa titik yang genting.

Menurut Muji, jika sampai menjebol tanggul, maka ribuan rumah di Kecamatan Patimuan dan sebagian Kecamatan Kedungreja akan dilanda banjir bandang.
 
Muji menjelaskan, saat ini cuaca masih hujan sedang. Sementara, air mulai surut. Namun, masih belum bisa dilalui kendaraan yang akan menuju  Pangandaran-Cilacap, maupun sebaliknya.

"Sampai saat ini sudah mulai surut. Cuma memang masih belum bisa dilalui. Mulai jam 8 pagi (banjirnya) jadi air meninggi sampai tidak bisa dilalui. Berangsur-angsur mulai 40 centimeter dan seterusnya. Jadi akses jalan nasional yang menuju Patimuan dan keluar Patimuan itu kan ada ruas yang merupakan crossing Sungai (Citanduy) melimpah. Jadi jika sampai sampai Sungai Pelimpahan meninggi akhirnya menutup jalan. Jadi yang putus total itu kan jalan nasional." Ujar Camat Patimuan, Muji Utomo, Senin (10/10). 
 
Sementara, Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Tri Komara Sidhy mengatakan belasan desa yang ada di wilayah Kecamatan Kedungreja, Patimuan dan Kecamatan Sidareja kembali dilanda banjir sejak Minggu malam.
 
Di Kecamatan Sidareja, banjir dilaporkan merendam Desa Gunungreja, Sidamulya, Tinggarjaya, Sudagaran dan Sidareja. Di Kecamatan Kedungreja, setidaknya ada empat desa yang tergenang akibat banjir, meliputi Desa Bojongsari, Rejamulya, Bangunreja dan Ciklapa. Sedangkan di Kecamatan Patimuan, Desa Patimuan dan Sidaurip terendam.
 
Tri Komara mengklaim   sudah mengerahkan puluhan personil dan perahu karet untuk mengevakuasi puluhan keluarga yang terkepung banjir. Sementara ini, pengungsian dikonsentrasikan di Markas Koramil Sidareja, Balaidesa Sidareja dan Aula Kecamatan Sidareja. Jika kondisi memburuk, dua pengungsian lain juga dipersiapkan, yakni di Gedung Olahraga (GOR) Sidareja dan gedung serbaguna Kecamatan Sidareja.

Komara menambahkan, cuaca saat ini hujan dengan intensitas ringan. Namun, jika terjadi hujan deras lagi, diperkirakan rendaman akan bertambah tinggi.


Editor:  Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh

  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum

KPK Minta Opini Alternatif, IDI Siapkan Pemeriksaan terhadap Novanto

  • Ratusan Warga Non-Papua Keluar dari Lokasi Konflik Tembagapura
  • Jokowi Minta DPD Dukung Pembangunan Daerah
  • Satgas Temukan Kayu-kayu Hasil Pembalakan Liar Hutan Lindung di Nunukan

“Jadi orang malah jadi keluar masuk untuk merokok, berapa waktu yang terbuang,” kata Tari Menayang dari Komnas Pengendalian Tembakau