Ilustrasi: Longsor di Manado. (Foto: Antara)

KBR, Manado - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberikan bantuan peralatan ke Pemerintah Sulawesi Utara senilai Rp30,6 miliar. Bantuan untuk memperkuat pertahanan daerah dari berbagai bencana itu diberikan oleh Kepala BNPB Willem Rampangilei usai meresmikan gedung Pusat Pengendalian dan Operasi Penanggulangan Bencana di Sulawesi Utara.

Kepala BNPB Willem Rampangilei menyampaikan, bantuan itu nantinya digunakan untuk kepentingan operasional penanggulangan bencana di provinsi tersebut.

"Bantuan BNPBD untuk penguatan dalam membangun kapasitas BPBD di Provinsi dan Kabupaten Kota sesuai dengan Undang-undang juga dan pembagunan kapasitas menjadikan pembangunan yang utama," ucap Willem di Manado, Sabtu (15/10/2016).

Sementara Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey menjelaskan, wilayah yang dipimpinnya itu terletak di kawasan rawan bencana. Selain karena diapit lima gunung berapi yakni Gunung Berapi Lokon, Awu, Soputan, Karangetang dan gunung berapi di bawah laut di Sangihe, kontur tanah di Sulawesi Utara berpotensi memicu bencana. Baik gempa bumi, longsor maupun banjir.

Sehingga, lanjutnya, diperlukan sebuah sistem pemantauan, pencegahan dan penanganan bencana yang cepat dan tepat untuk daerah dengan risiko tinggi terdampak bencana.

"Kalau di sini tidak ada banjir, sebenarnya hanya ada banjir bandang dan ini yang paling bahaya. Begitu juga kalau ada gunung api, tsunami yang datang itu yang paling  bahaya dan di Sulut potensi bencana semua ada," papar Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey.

Baca juga:

Sebanyak 17 jenis bantuan diberikan ke Pemerintah Sulawesi Utara. Antara lain tenda posko 5 unit, velbed 20 unit, tenda keluarga 20 unit, tenda pengungsi 10 unit, lighting tower portable 1 unit, disaster rescue operation boat 1 unit, bantuan logistik 1 unit, mobil tangki air 3 unit, mesin perahu 18 PK 1 unit, perahu lipat 3,27 M 1 unit, motor trail 2 unit, truk serbaguna 3 unit, speedboad 1 unit, speedboad manta 3 unit, perahu dolphin 5 unit, speedboad polyethylene 5 unit serta handy-talky 10 unit.

Kegiatan internasional juga digelar di Sulawesi Utara sejak 11-14 Oktober 2016 lalu. Yakni Peringatan bulan pengurangan resiko bencana nasional, ASEAN Ministerial Meeting on Disaster Managemen (AMMDM) serta ASEAN Kommittee on Disaster Management (ACDM).

Baca juga: Abu Vulkanik Gunung Dukono




Editor: Nurika Manan

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!