Alasan Ketua MA, Kemarin Batal Datang Lantik Ketua DPD

"Kemarin kan surat undangannya yang ada nama ketua terpilih belum datang. Lantas siapa yang terpilih? Masa saya datang nggak tahu siapa yang dilantik,"

Rabu, 12 Okt 2016 14:47 WIB

Ketua DPD terpilih Muhammad Saleh (kiri) merapikan kancing jasnya usai terpilih menjadi Ketua DPD saat Sidang Paripurna Luar Biasa di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (11/10). (Foto: Antar

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}



KBR, Jakarta- Ketua Mahkamah Agung Hatta Ali menjelaskan ketidakhadirannya dalam pelantikan Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) kemarin karena surat undangan yang diterimanya belum lengkap. Sehingga, kata dia, kemarin MA meminta DPD memperbaiki surat undangan tersebut.

"Kemarin kan surat undangannya yang ada nama ketua terpilih belum datang. Lantas siapa yang terpilih? Masa saya datang nggak tahu siapa yang dilantik," Hatta di DPD, Rabu (12/10).

Baca: Saleh Batal Dilantik

Rabu siang, MA  melantik Ketua DPD baru Mohammad Saleh menggantikan Irman Gusman. Saleh mengalahkan Farouk Muhammad dan GKR Hemas dengan 59 suara.

Kemarin, seharusnya Saleh langsung dilantik begitu pemungutan suara usai. Farouk mengatakan staf MA sebelumnya sudah datang dan toga pun sudah disiapkan. Namun mendadak Hatta Ali membatalkan kedatangannya.

Dia membantah jika ketidakhadirannya kemarin dipengaruhi surat yang dikirimkan pengacara Irman Gusman Tommy Singh. Sebelumnya, Tommy Singh menyurati Hatta Ali agar pelantikan ketua baru menunggu proses praperadilan Irman.

"Tidak ada pengaruhnya surat itu. Kami tidak mikir soal itu dan ini lembaga politik. Itu (surat) terlalu kecil bagi kami," sergah Hatta.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!

  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum
  • SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan
  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...

Paripurna DPR Terima Laporan Pansus Angket KPK, Tiga Fraksi Walk Out

  • Tol Banten-Banyuwangi Ditargetkan Terkoneksi Pada 2019
  • Menhan Baru Terima Laporan Pengadaan 500 Senjata dari BIN
  • Dugaan Pidana Kasus Debora, Polda Metro Jaya Tunggu Keterangan Saksi Ahli