Ada Ulat di Raskin Jombang

Raskin juga berbau apek dan berwarna kuning kehitam-hitaman, remuk dan berkutu.

Minggu, 09 Okt 2016 19:21 WIB

Warga Desa Tanjung Wadung Kecamatan Kabuh, Jombang, Jatim, saat menunjukkan raskin yang mereka terima kepada KBR. Foto: Muji Lestari

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Jombang– Sekitar 7 ton beras untuk warga miskin (raskin) di Desa Tanjung Wadung, Jombang, Jawa Timur berkualitas buruk. Salah satu warga penerima raskin, Ismiati mengatakan, raskin berbau apek dan berwarna kuning kehitam-hitaman, remuk dan berkutu. Bahkan, tidak jarang warga menemukan sejumlah ulat yang keluar dari raskin tersebut.


“Diterimanya tanggal 7 oktober hari jumat kemarin, berasnya nggak enak, baunya apek, ada kutunya, ada ulatnya rasanya nggak enak, banyak lasnya itu. Tapi diterima saja, ya kalau di blower ya bisa tapi dicampur dengan beras yang enak. Kalau dimakan seperti ini ya nggak enak, nggak doyan lah meski orang miskin ya nggak mau”, kata Ismiati, Minggu (09/10/16).

Baca: Warga Dua Desa di Banyumas Mengaku Menerima Raskin Kualitas Buruk

Sejauh ini warga hanya bisa pasrah terhadap raskin yang  tidak layak untuk dikonsumsi. Sebagian dari mereka bakal datang ke penggilingan untuk menghilangkan warna hitam kekuningan. Sementara sebagian lainnya mengaku akan menjual ke toko beras di sana atau memberikannya ke ternak mereka.

Sementara Kepala Dusun Tanjung Wadung, Sugeng, membenarkan bahwa beras bersubsidi dari pemerintah untuk warga miskin atau raskin mengalami penurunan kualitas. Kejadian itu sudah berlangsung dalam dua bulan terkahir. Sejauh ini pihaknya sudah mengimbau masyarakat setempat agar mengembalikannya. Namun, hingga saat ini belum ada satupun warga yang mengembalikan jatah raskinnya sehingga pihak desa hanya menunggu laporan warga.


Editor: Sasmito

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!

  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum
  • SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan
  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...

Sidang Praperadilan Setya Novanto

  • Wakil Ketua DPR Ini Tak Mau Terlibat soal Permintaan Konsultasi Pansus Angket-Presiden
  • Liverpool Tersingkir dari Piala Liga
  • Lebih 100 Orang Tewas Pascagempa di Meksiko