KBR, Jakarta- Kementerian Koperasi dan UKM menyebut sebanyak 61.912 unit koperasi bermasalah di seluruh Indonesia. Deputi Menteri Koperasi dan UKM Bidang Pengawasan Meliadi Sembiring mengatakan dari jumlah itu 6.213 unit koperasi telah ditutup, 32. 427 unit siap untuk dibubarkan dalam proses menunggu laporan dari Dinas Daerah, dan menunggu konfirmasi Dinas Daerah sebanyak 23.272 unit.

Meliadi menambahkan proses pembubaran tersebut dilakukan menyusul adanya laporan dari Dinas Daerah tentang Identitas unit koperasi yang tidak jelas.

"Jadi saat kami mengawasi tempat unit koperasi tersebut berada, pihak kecamatan, kelurahan dan Dinas Daerah mengatakan kalau unit koperasi tersebut dulu memang ada, tapi sekarang malah tidak tahu keberadaannya dimana, bahkan ada kantor koperasi yang malah menjual kantornya ke pihak lain," ujar Meliadi kepada wartawan di Jakarta, Jumat (14/10/2016).

Dia menambahkan jumlah koperasi yang aktif hingga saat ini mencapai 15.253 unit.

Sementara itu Sekretaris Menkop dan UKM Agus Muharram mengklaim kementeriannya telah berupaya memperbaharui organisasi koperasi. Kata Agus itu dilakukan dengan peningkatan kapasitas SDM melalui pendidikan dan pelatihan, pengawasan ijin usaha koperasi, pemeriksaan kepengurusan keanggotaan koperasi, pemeriksaan kinerja keuangan koperasi, dan fasilitas dana melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan LPDB-KUMKM.

Tak hanya itu, dia mengklaim kementeriannya telah bekerjasama dengan sejumlah pihak untuk meningkatkan kualitas koperasi. Semisal bersama Telkom dan Kementerian Komunikasi Informatika untuk menyediakan domain gratis untuk keperluan e-comerce.

Editor: Dimas Rizky 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!