Topan Jebi Landa Jepang, 1 Juta Orang Dievakuasi

Badai topan Jebi di Jepang menyebabkan setidaknya 10 orang tewas dan 300 orang luka-luka.

Rabu, 05 Sep 2018 15:48 WIB

Foto: dw.com

KBR, Jakarta - Badai topan Jebi di Jepang menyebabkan setidaknya 10 orang tewas dan 300 orang luka-luka. Topan Jebi ini adalah topan terkuat di Jepang dalam 25 tahun terakhir.

Topan Jebi ini membawa hujan lebat sekaligus angin dengan kecepatan 172 km/jam. Dilansir dari bbc.com (5/9/2018), topan Jebi telah menyapu sebuah tank ke jembatan di tepi pelabuhan Teluk Osaka. Topan ini juga telah merobohkan atap stasiun kereta api di Kyoto.

Para pejabat setempat memerintahkan lebih dari 1 juta orang yang terkena bencana untuk mengevakuasi diri di tengah peringatan gelombang tinggi, banjir, dan tanah longsor.

Badai ini mendarat di Pulau Shikoku sekitar tengah hari pada hari Selasa waktu setempat, dan kemudian pindah ke pulau utama Honshu, Jepang. Badai diperkirakan melemah karena bergerak ke utara.

Jebi merupakan topan pertama yang digolongkan sebagai topan yang "sangat kuat" oleh badan cuaca Jepang. Menurut laporan dari kantor berita Kyodo, Topan Jebi mendarat di pulau-pulau utama Jepang; hampir serupa dengan topan pada 1993 lalu yang menyebabkan 48 orang tewas atau hilang.

Selain memutus aliran listrik di ribuan rumah, badai ini juga menyebabkan pembatalan ratusan penerbangan, perjalanan kereta api, dan feri. Banjir menutupi landasan pacu di Bandara Internasional Kansai di Osaka. NHK juga melaporkan, sekitar 3.000 penumpang terdampar di bandara tersebut karena ada ratusan penerbangan yang dibatalkan.  Beberapa ratus pekerja bandara juga terdampar. 

Selain itu, taman hiburan populer di dekat Osaka, Universal Studios Jepang, juga ditutup.

Menurut Kepala Sekretaris Kabinet Yoshihide Suga yang dilansir dari aljazeera.com (5/9/2018), Perdana Menteri Shinzo Abe membatalkan jadwal perjalanan ke Kyushu, pulau utama paling selatan Jepang, untuk mengawasi respon pemerintah terhadap topan tersebut

Kerusakan-kerusakan ini diperkirakan akan menambah beban pada anggaran pemulihan Jepang karena Jepang terus berhadapan dengan bencana alam. Sebelumnya, pada Juli lalu, Jepang dilanda banjir dan gelombang panas yang menewaskan lebih dari 100 orang. 

Editor: Citra Dyah Prastuti 

Komentar
Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

Saat ini ada banyak cara dan sarana untuk membantu orang lain. Lewat NusantaRun salah satunya.