Pilpres 2019, Sandiaga Tawarkan OKE-OCE untuk Himpun Suara Milenial

Sandiaga mengatakan, menarik suara milenial akan menjadi tantangan besar bagi kedua pasangan calon presiden dan wakil presiden pada Pilpres 2019.

Rabu, 12 Sep 2018 09:37 WIB

Bakal calon Wakil Presiden 2019 Sandiaga Uno berfoto dengan sejumlah wirausaha di Yogyakarta dalam dialog Jogja Milenialpreneur bertajuk Menjemput Tantangan Revolusi Industri ke-4 di Angkringan Joglo, Banguntapan, Bantul, Kamis (30/8). ANTARA FOTO/Andreas

KBR, Jakarta- Bakal calon wakil Presiden, Sandiaga Salahuddin Uno menyiapkan pendekatan kewirausahaan sebagai salah satu strategi menghimpun suara pemilih muda atau kalangan milenial pada Pilpres 2019 . Salah satunya dengan menawarkan program Oke-Oce, yang sebelumnya menjadi tema kampanye saat dirinya mengikuti Pilkada DKI Jakarta 2017.

Sandiaga mengatakan, menggaet suara milenial akan jadi tantangan besar bagi kedua pasangan calon presiden dan wakil presiden pada Pilpres 2019. Ia menilai kelompok usia tersebut tergolong suara tidak loyal atau swing voters. Namun Sandi yakin program Oke-Oce cukup menarik bagi milenial yang menyukai hal inovatif.

"Ini salah satunya tantangan kami, karena milenial itu mungkin akan mengambil keputusannya di ujung sekali, karena milenial itu sukanya yang instan, mereka sukanya yang seru, viral, anak-anak muda kan begitu. Jadi kita harus men-sustain kampanye dengan pola yang menarik. Itu yang akan membuat kita menjadi relevan untuk mereka," kata Sandiaga di kompleks Universitas Indonesia, Selasa (11/9/2018).

Sandiaga mengatakan, strategi mengunci suara milenial adalah membuat program kampanye yang berkelanjutan. Sehingga, kata dia, tim pemenangannya harus kreatif menciptakan inovasi model kampanye yang digemari milenial. 

Adapun Oke-Oce, menurut Sandiaga, menjadi contoh program yang inovatif dan bisa digunakan untuk menghimpun suara milenial. Sandiaga telah menyiapkan tujuh langkah Oke-Oce, mulai pendaftaran, pelatihan, permodalan, pendampingan, perizinan, pemasaran, hingga pelaporan keuangan.

Jumlah pemilih milenial pada rentang usia 17 hingga 35 tahun pada Pemilu 2019 diperkirakan mencapai 79 juta orang. Jumlah tersebut setara dengan 40 persen total 187 juta pemilih yang terdaftar di KPU.

Editor: Gilang Ramadhan

Komentar
Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Puluhan organisasi Masyarakat sipil melalui gerakan #BersihkanIndonesia menantang kedua capres dan cawapres yang berlaga dalam Pemilu Presiden 2019 mewujudkan komitmen “Indonesia Berdaulat Energi".