Pemulihan Gempa Lombok, Dua Hal Ini Jadi Fokus Mensos

Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan kementeriannya fokus mengurus rehabilitasi sosial dan pemulihan dari trauma pasca-gempa yang mengguncang Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Senin, 10 Sep 2018 21:35 WIB

Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita (kiri) saat menyerahkan bantuan korban gempa bumi secara simbolis di Posko Pengungsian Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat, NTB, Sabtu (25/8). (Foto: ANTARA/ A Subaidi)

KBR, Jakarta - Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan kementeriannya fokus mengurus rehabilitasi sosial dan pemulihan dari trauma pasca-gempa yang mengguncang Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Itu sebab, puluhan tenaga dikirim ke sejumlah titik terdampak.

"Kalau untuk kementerian sosial, tugas kami kan ada dua, rehabilitasi sosial berkaitan dengan trauma healing," tutur Agus di kompleks DPR RI Jakarta, Senin (10/9/2018).

Sekitar 90 tenaga penyuluh Layanan Dukungan Psikososial (LDP) disiapkan dan disebar ke 15 titik di NTB. Sekalipun demikian, Agus mengungkapkan, kementeriannya tetap membuka kesempatan bagi siapapun yang hendak berpartisipasi melaksanakan program-program trauma healing. Mengingat, warga yang terdampak gempa jumlahnya cukup besar.

Sementara soal distribusi kebutuhan pokok bagi para korban dan pengungsi, ia memastikan tak ada masalah mendasar. Mensos Agus Gumiwang mengklaim, penyaluran bantuan berjalan lancar dan merata.

"Kok saya nggak lihat adanya problem berkaitan dengan distribusi bahan pokok, khususnya makanan. Saya telah bertatap langsung termasuk di daerah-daerah yang sulit, saya melihat kebutuhan pokok yang dibutuhkan itu tersedia," imbuhnya.

Terkait rekonstruksi dan rehabilitasi rumah warga, Agus menjelaskan, kemensos sedang menunggu verifikasi menyeluruh dari pemerintah daerah guna mengklasifikasikan kerusakan. Berapa bagian yang tergolong kerusakan berat, mana yang sedang, dan berapa banyak kerusakan ringan. 

Setelah diverifikasi, selanjutnya pemerintah bakal menyiapkan dana langsung untuk dikirim ke tabungan masing-masing warga. Sehingga penerima dapat membangun kembali rumahnya dengan struktur bangunan yang lebih tahan gempa sekaligus meminimalisasi dampak.

Baca juga:




Editor: Nurika Manan

Komentar
Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

Saat ini ada banyak cara dan sarana untuk membantu orang lain. Lewat NusantaRun salah satunya.