Musim Hujan Diprediksi Terjadi November

LAPAN belum menangkap keseragaman arah angin yang melintasi Indonesia. Kondisi ini menjadi salah satu tanda dimulainya musim penghujan.

Rabu, 12 Sep 2018 13:07 WIB

Ilustrasi.

KBR, Bandung - Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) belum menangkap keseragaman arah angin yang melintasi Indonesia. Kondisi ini menjadi salah satu tanda dimulainya musim penghujan. Selain, faktor kecepatan angin.

Menurut anggota Tim Variabilitas Iklim Pusat Sains dan Teknologi Atmosfer (PSTA) LAPAN, Erma Yulihastin hingga kini arag angin musiman (monsun) masih didominasi dari timur yang berasal dari dataran Australia. Yang artinya, masih terjadi musim kemarau di Indonesia. Selain itu, kecepatan angin pun masih di bawah batas indikator memasuki musim hujan. Yakni kurang dari 850 milibar atau 1,5 kilometer.

Atas dasar itu, Erma pun memperkirakan, musim penghujan baru akan berlangsung pada November mendatang.

"Umumnya yang berlaku angin itu akan berubah arah pada November. Jadi musim hujan itu normalnya kan akan terbentuk secara periodik akan terbentuk atau akan dimulai pada November," terang Erma Yulihastin di Bandung, Selasa (11/9/2018).

"Jadi saya kira karena tidak melihat ada gangguan di Samudera Pasifik maupun Samudera Hindia, kemungkinan kita akan memasuki musim hujan di bulan November," katanya lagi.

Meski kini musim kemarau tengah berlangsung, Erma mengatakan, gangguan cuaca akibat siklon tropis juga masih diwaspadai. Siklon tropis yang terjadi tersebut lazimnya berdampak beberapa hari. Contohnya, pada pekan lalu turun hujan di beberapa daerah di bagian barat Indonesia akibat Topan Jebi di Perairan Filipina menuju Taiwan.

Ia mengungkapkan, selain siklon tropis, harus waspada pula dengan gelombang Madden Jullian Oscillation (MJO). Fenomena alam ini berupa gelombang atau osilasi sub musiman di lapisan troposfer wilayah tropis sehingga berdampak pada terganggunya kondisi cuaca. Erma menjelaskan, jika ada ganguan cuaca tersebut maka kemungkinan besar musim hujan terjadi sebelum November.

"Misalnya terjadi di Oktober pekan ketiga atau pekan keempat sudah dimulai. Apabila gangguan-gangguan tersebut itu terbentuk."

LAPAN menyatakan bulan-bulan ini masih terjadi musim kemarau. Ditandai dengan arah angin yang berasal dari Tenggara atau Timur. Saat akan memasuki pergantian musim, maka arah angin berubah 180 derajat. Angin di ketinggian 1.5 kilometer akan berubah arah dengan cepat menjadi dari Barat.

Baca juga:




Editor: Nurika Manan

Komentar
Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

Saat ini ada banyak cara dan sarana untuk membantu orang lain. Lewat NusantaRun salah satunya.