Kisah Urunan Pembelian Pesawat Seulawah oleh Bung Karno Akan Difilmkan

Menurut Aris, Bung Karno merupakan salah satu pelopor crowdfunding di Indonesia. Pada 1948, Bung Karno mengajak maysarakat Aceh untuk patungan membeli Pesawat Seulawah dengan nomor penerbangan RI 001.

Senin, 03 Sep 2018 14:01 WIB

Pesawat pengangkut RI-001 Seulawah yang terekam dalam arsip negara. (Foto: Arsip RI/bandaacehkota.go.id)

KBR, Purwokerto - Perusahan start-up produserfilm.com akan membuat film tentang kisah pembelian pesawat Douglas DC3 yang kemudian diberi nama Seulawah pada masa awal Kemerdekaan Republik Indonesia.

Presiden pertama Indonesia, Soekarno memelopori pembelian pesawat itu dengan cara urunan atau crowdfunding dari masyarakat Aceh pada 1948.

Inisiator produserfilm.com, Aris Wahyudi mengatakan pembuatan film tersebut juga akan dilakukan secara urunan melalui situs penggalangan dana kitabisa.com.

Menurut Aris ide pembuatan film secara urunan terinspirasi dari sikap gotong royong masyarakat Aceh saat membeli Pesawat Seulawah.

"Jadi produserfilm.com itu seperti crowdfunding. Kita ingin mengabadikan itu. Dulu kan Bung Karno itu dikenang sebagai seorang negosiator dan politikus. Tapi sebenarnya, Bung Karno itu pernah menjadi seorang pelopor crowdfunding, mengumpulkan dana dari masyarakat untuk membeli pesawat Seulawah dari Aceh. Rakyat Aceh diimbau membeli pesawat Seulawah sehingga menjadi pesawat pertama Garuda Indonesia Airways,” kata Aris Wahyudi, Senin (3/9/2018).

Menurut Aris, Bung Karno merupakan salah satu pelopor crowdfunding di Indonesia. Pada 1948, Bung Karno mengajak maysarakat Aceh untuk patungan membeli Pesawat Seulawah dengan nomor penerbangan RI 001. Ia mengatakan, pesawat ini menjadi cikal bakal terbentuknya maskapai Garuda Indonesia.

"Patungan membuat film Bung Karno ini juga akan semakin memberikan informasi tentang perjuangan crowdfunding Bung Karno yang selama ini terlupakan," ujarnya.

Aris menambahkan, pembuatan film secara urunan juga terinspirasi dari penggalangan dana untuk pembuatan pesawat R80 yang dilakukan Bekas Presiden BJ Habibie. Ia mengatakan, dana sekitar Rp9 miliar telah terkumpul melalui situs kitabisa.com untuk membuat peswat R80 tersebut.

Nama Aris Wahyudi sebenarnya tak terlampau asing bagi masyarakat Indonesia, khususnya di Banyumas dan sekitarnya. Tahun 2017 lalu, ia sempat meluncurkan situs nikahsirri.com yang kontroversial. Aris Wahyudi juga tercatat pernah menjadi Calon Bupati Banyumas, pada Pilkada Banyumas 2008. Namun, ia kalah. 

Editor: Gilang Ramadhan

Komentar
Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

Saat ini ada banyak cara dan sarana untuk membantu orang lain. Lewat NusantaRun salah satunya.