Jokowi Targetkan Nilai Perdagangan Indonesia-Korsel Capai USD 30 Miliar pada 2022

Jokowi mengatakan, hubungan kerja sama ekonomi Indonesia-Korea Selatan sangat menjanjikan lantaran cenderung tak terpengaruh oleh ketidakpastian global.

Rabu, 12 Sep 2018 12:18 WIB

(kiri-kanan) Ibu Negara Iriana Joko Widodo, Presiden Indonesia Joko Widodo, Presiden Korea Selatan Moon Jae-in dan Ibu Negara Kim Jung-sook, menginspeksi penjaga kehormatan saat upacara penyambutan di istana Changdeokgung di Seoul, Korea Selatan, Senin (1

KBR, Jakarta - Presiden Joko Widodo menargetkan nilai perdagangan Indonesia dan Korea bisa mencapai 30 miliar dolar AS pada 2022. Nilai tersebut setara Rp444 triliun dengan kurs saat ini Rp14.800 per dolar AS.

Jokowi mengatakan, hubungan kerja sama ekonomi Indonesia-Korea Selatan sangat menjanjikan karena cenderung tak terpengaruh oleh ketidakpastian global. Ia juga mengaku terkesan dengan tingginya minat investasi para pengusaha Korea Selatan ke Indonesia.

"Di tengah banyak ketidakpastian di dunia, Indonesia dan Korea Selatan mampu membukukan hubungan yang semakin kuat. Dan kita memiliki target perdagangan USD 30 miliar untuk tahun 2022. Saya juga terkesan melihat besarnya antusias investor dan pengusaha Korea Selatan untuk meningkatkan kerja sama ekonomi, berinvestasi di Indonesia," kata Jokowi di Blue House, Seoul, Senin (10/09/2018).

Jokowi mengatakan, selama 45 tahun bekerja sama, perdagangan Indonesia-Korsel selalu tumbuh positif. Misalnya pada 2017 lalu, neraca perdagangan Indonesia-Korea Selatan tumbuh 20 persen menjadi total 16 miliar dolar AS. Saat itu Indonesia surplus 78 juta dolar AS.

Pada kunjungan Jokowi tersebut, Indonesia dan Korea Selatan meneken sejumlah nota kesepahaman dengan potensi investasi mencapai 6,2 miliar dolar AS. Sepanjang 2017 lalu, investasi Korea Selatan menempati peringkat keempat sebagai Penanaman Modal Asing (PMA) di Indonesia dengan nilai mencapai 2 miliar AS yang tersebar di 3.274 proyek.

Selain itu, ada enam nota kesepakahaman kedua negara yang disaksikan Jokowi dan Presiden Korea Selatan Moon Jae-In. Enam kerja sama itu meliputi bidang keimigrasian, ekonomi, manajemen sumber daya manusia, kemananan maritim, industri 4.0 dam kerjasama antara Sekretariat Kabinet Republik Indonesia dan Kementerian Legislasi Pemerintah Korea Selatan.

 Editor: Gilang Ramadhan

Komentar
Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

Saat ini ada banyak cara dan sarana untuk membantu orang lain. Lewat NusantaRun salah satunya.