Jadi Cawapres, Ma'ruf Amin Pamit Pada Kiai Sepuh NU

"Saya ke pondok-pondok mohon pamit sekaligus ada pertemuan di wilayah mohon pamit, memberi tahu, dukungan dan doa," kata Ma'ruf.

Selasa, 04 Sep 2018 15:07 WIB

Bakal Calon Wakil Presiden Ma'ruf Amin (tengah) berjalan didampingi pengasuh pondok pesantren Lirboyo KH Anwar Mansur (kanan) dan KH Anwar Iskandar (kiri) saat berkunjung di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur, Senin (3/9). (Foto: Antara)

KBR, Jakarta- Calon Wakil Presiden, Ma'ruf Amin  pamit  dari jabatan Rais Aam Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) kepada sejumlah kiai sepuh yang ditemuinya di Jawa Timur. Dalam safari politiknya tersebut, Ma'ruf juga meminta dukungan dalam Pemilu 2019 mendatang.

"Saya ke pondok-pondok mohon pamit sekaligus ada pertemuan di wilayah mohon pamit, memberi tahu, dukungan dan doa," kata Ma'ruf di kantor Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, Senin malam (03/09/18).

Ma'ruf mengatakan, niatnya untuk mundur dari PBNU juga telah disampaikan kepada Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) se-Jatim. Pertemuan dengan PCNU itu digelar oleh Maruf di kantor PWNU Jatim pada Senin malam.

"Saya menyampaikan secara resmi bertatap muka didengar pengurus wilayah dan cabang cabang," ujarnya.

Meski demikian, Ma'ruf menyerahkan keputusan apakah harus mundur atau tidak dari jabatan Rais Aam Syuriah kepada pengurus PBNU. Ia mengatakan, PBNU akan mengambil keputusan setelah ada penetapan dirinya sebagai calon wakil presiden pada Pemilu 2019 oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

"Itu nanti, semua tergantung dan sesuai mekanisme yang berlaku," ujarnya.

Pada Pilpres 2019 mendatang, Ma'ruf Amin akan mendampingi calon Presiden petahana Joko Widodo. Pasangan Jokowi-Ma'ruf  diusung oleh PDIP, Golkar, Nasdem, PPP, PKB, Hanura, Perindo, PSI dan PKPI.
 

Editor: Gilang Ramadhan

Komentar
Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

Saat ini ada banyak cara dan sarana untuk membantu orang lain. Lewat NusantaRun salah satunya.