Ini Pesan Khusus Menteri BUMN ke Holding Tambang

"Saya ada pesan khusus ke direksi di sini, justru ditambang ini potensinya sangat besar. Kita harus mampu memproses produk-produk tambang menjadi nilai tambahnya tinggi," tutur Rini.

Rabu, 12 Sep 2018 17:07 WIB

Menteri BUMN Rini Soemarno (kanan) saat meninjau pembangunan Dermaga Eksekutif di Pelabuhan Merak, Banten, Rabu (8/8). (Foto: ANTARA/ Asep F)

KBR, Jakarta - Menteri BUMN Rini Soemarno meminta holding BUMN tambang untuk meningkatkan nilai tambah produk yang hendak diekspor.

Kata dia, selama ini BUMN tambang cenderung mengekspor komoditas tambang dalam kondisi mentah. Bahkan, masih bercampur tanah. Beberapa produk tambang yang diekspor dalam kondisi mentah di antaranya bauksit, timah dan, nikel.

"Saya ada pesan khusus kepada direksi di sini, bahwa justru ditambang ini potensinya sangat besar. Dalam arti, kita harus bisa mampu memproses produk-produk tambang yang diambil dari tanah, menjadi yang nilai tambahnya tinggi," tutur Rini di Energy Building Jakarta, Rabu (12/9/2018).

Menurut Rini, saat ini sudah sangat terlambat untuk memulai hilirisasi produk tambang.

"Ini kelemahan kita, produk tambang tidak kita lakukan ekspor lanjutan. Ini tadi sempat saya omeli, sedikit terlambat."

Menteri Rini menambahkan, sektor tambang menyimpan potensi besar untuk hilirisasi produk. Ia pun mencontohkan dengan bauksit yang bisa diolah hingga menjadi aluminium, dan nikel yang bisa diproses menjadi stainless steel. Rini bahkan menargetkan aluminium bisa menghasilkan 20 produk turunan untuk diekspor.

Menjawab hal itu, Direktur Utara PT Inalum Budi Gunadi Sadikin mengatakan, perusahaan holding tambang siap menjalankan peta jalan hilirisasi produk tambang. Roadmap itu sebelumnya pernah disusun Kementerian Perindustrian.

Meski, ia mengaku sulit mengeksekusi rencana hilirisasi tersebut, karena terhalang masalah dana dan teknologi.

Baca juga:




Editor: Nurika Manan

Komentar
Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

Saat ini ada banyak cara dan sarana untuk membantu orang lain. Lewat NusantaRun salah satunya.