Ilmuwan Temukan Cara Memperlambat Pemanasan Global di Sahara

Mereka mengusulkan untuk membuat instalasi panel surya dan turbin angin dalam jumlah besar. Cara itu dinilai akan memiliki dampak besar pada curah hujan, vegetasi dan suhu.

Jumat, 07 Sep 2018 12:52 WIB

Ilustrasi panel surya. (Foto: Chandra Marsono/Creative Commons)

KBR - Para peneliti dari Universitas Illinois dan Universitas Maryland, Amerika Serikat, menemukan cara yang dinilai dapat menghijaukan wilayah Gurun Sahara, yang berarti memperlambat pemanasan global.

Mereka mengusulkan untuk membuat instalasi panel surya dan turbin angin dalam jumlah besar. Cara itu dinilai akan memiliki dampak besar pada curah hujan, vegetasi dan suhu.

"Hasil model kami menunjukkan instalasi panel surya dan turbin angin dalam skala besar di Sahara akan meningkatkan lebih dari dua kali lipat dari curah hujan," kata Dr Yan Li, kepala peneliti dari University of Illinois, AS, pada Kamis (4/9/2018) waktu setempat.

Mengutip BBC, peneliti dari Universitas Illinois menyebut pemasangan turbin angin dapat melipatgandakan curah hujan. Sebab, rotasi pisau turbin menimbulkan pertemuan arus udara atau konvergensi angin yang membuat angin dari atas menjadi dingin, dan kemudian mengembunkan uap air. Hal itu mendorong peningkatan jumlah curah hujan dan pertumbuhan tanaman.

Sementara, panel surya juga memiliki dampak yang sama meskipun dengan cara kerja berbeda. Penelitian menyebutkan panel surya akan memantulkan sinar matahari dari permukaan Bumi yang dikenal sebagai efek albedo. Hal itu akan memicu reaksiĀ albedo-precipitation-vegetation positif, yang mengarah pada peningkatan curah hujan sekitar 50 persen.

Dilansir dari AFP, para peneliti memasang panel surya dan instalasi tiga juta turbin angin yang tingginya mencapai 90 meter di wilayah gurun seluas sembilan juta kilometer persegi.

Menurut Li, seperti dilansir dari LA Times, instalasi panel surya akan menghasilkan daya listrik sekitar 82 terawatt. Jumlah itu setara dengan empat kali lebih jumlah energi yang digunakan dunia saat ini setiap tahun.

Li juga menambahkan lebih banyak tanaman tumbuh di dekat panel surya dan instalasi turbin angin ditempatkan. Dilansir dari AFP, selain memiliki dampak ekologi, penelitian juga menemukan cara ini dapat berpengaruh positif pada lingkungan dan kemasyarakatan yang besar

"Peningkatan curah hujan dan vegetasi, dikombinasikan dengan listrik bersih sebagai hasil dari energi surya dan angin, dapat membantu pertanian, pembangunan ekonomi dan kesejahteraan sosial di Sahara, Sahel, Timur Tengah dan daerah-daerah terdekat lainnya," kata peneliti Safa Motesharrei dari Universitas Maryland.

Editor: Agus Luqman

Komentar
Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

Saat ini ada banyak cara dan sarana untuk membantu orang lain. Lewat NusantaRun salah satunya.