Apa Saja yang Harus Disimak Sebelum Ikut Wisata Istana untuk Rakyat?

Memperingati Hari Jadi Bogor (HJB) ke-536, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bogor menggelar kegiatan wisata Istana untuk Rakyat (Istura) yang diadakan 10 hingga 14 September 2018.

Rabu, 12 Sep 2018 17:53 WIB

Wakil Wali Kota Bogor Usmar Hariman (kanan) meresmikan pembukaan Program Istana Untuk Rakyat (Istura) di Kota Bogor, Jawa Barat, Senin (10/9). ( ANTARAFOTO/Yulius Satria Wijaya)

KBR, Jakarta - Ada yang berbeda dalam peringatan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-536. Yang masih sama, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bogor masih menggelar kegiatan wisata Istana untuk Rakyat (Istura). Helatan itu digelar mulai 10 hingga 14 September 2015. Selama rentang itu, masyarakat berkesempatan mengunjungi kawasan Istana Kepresidenan Bogor.

Tapi menurut Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bogor Shahlan Rasyidi, untuk tahun ini warga tak bisa masuk ke istana presiden. Hal ini sesuai dengan aturan dari Paspampres. Masyarakat hanya boleh berada di sekitar istana.

Terdapat beberapa aturan bagi masyarakat yang ingin hadir dalam Istura. "Pertama tidak diperbolehkan menggunakan sendal jepit, tidak boleh menggunakan celana jeans, tidak boleh menggunakan kaos oblong, tidak boleh bawa hp, kemudian tidak boleh membawa tas dan makanan minuman lainnya," jelas Shahlan.

Terkait larangan membawa telepon seluler, Shahlan menjelaskan tata tertib itu telah sesuai protokol. Ia juga mengatakan tidak ada tempat penitipan barang.

"Jadi kalau misalnya ada rombongan 100, 50, atau 20 orang, minimal 1 orang harus menjaga tas dan barang-barang berharga karena kami tidak menyediakan penitipan," kata dia.

"Kalau tahun lalu kami ada penitipan. Tapi karena pengalaman tahun lalu ada yang terinjak, kasihan juga. Nanti akhirnya minta ganti ke kami padahal kami tidak tanggung jawab kalau ada kejadian apa-apa," tambahnya.

Kegiatan Istura berlangsung di sekitar istana saja dan, tidak merambah ke kawasan tanaman serta daerah rusa istana. Sehingga tanaman dan rusa di sana pun tidak akan terganggu.

"Rusa itu biasanya kalau ada orang, rusa itu berkumpul di tempatnya sendiri karena rusa-rusa mengerti kalau ada banyak orang. Kecuali kalau misalnya didatangi di pagar dikasih makan rusanya bisa datang," tutur Shahlan.

Per harinya, dinas pariwisata menargetkan ada 10.000 pengunjung yang datang. Shahlan mengatakan, jumlah ini dipatok menghindari membludaknya kunjungan.

"Targetnya setiap hari bisa 10 ribu supaya tidak terlalu membludak ya, hari-hari terakhir karena ini kan 60 ribu target kami memang per hari 10 ribu."

Selepas berkeliling di kawasan istana presiden, pengunjung bisa masuk ke kebun raya Bogor, museum zoologi, museum tanah, museum sejarah nasional alam indonesia, museum perjuangan, serta masuk balai resmi.



Editor: Nurika Manan

Komentar
Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

Saat ini ada banyak cara dan sarana untuk membantu orang lain. Lewat NusantaRun salah satunya.