Angka Penderita Miopi Meningkat, Pemerintah Cina Batasi Video Game Online

Sebuah laporan nasional mengatakan, pada tahun 2015 saja sekitar 500 juta orang Cina yang berusia di atas lima tahun menderita gangguan penglihatan, 450 juta di antaranya menderita rabun dekat.

Senin, 03 Sep 2018 11:31 WIB

Cina batasi jumlah video game online

KBR, Jakarta- Meningkatnya gangguan pengelihatan pada anak di Cina mendorong pemerintah negara itu mengeluarkan regulasi untuk mengontrol jumlah video game online. Selain itu pemerintah Cina juga mengambil langkah-langkah untuk membatasi waktu bermain game. Pernyataan tersebut tertulis dalam situs Kementrian Pendidikan China sejak Kamis (30/08/2018). Melansir Telegraph, langkah itu juga didukung oleh tujuh kementrian lainnya.

Dilansir dari Reuters, Administrasi Umum Pers dan Publikasi Cina akan menerapkan kontrol pada jumlah total video game online, mengontrol jumlah video game baru yang dioperasikan secara online, menerapkan pembatasan usia bermain game, dan mengambil langkah-langkah untuk membatasi jumlah waktu bermain game untuk anak-anak di bawah umur. Game online disebut telah meningkatkan penyebab miopia.

Berdasarkan penelitian resmi di Cina dan juga laporan beberapa media, tingkat penderita rabun dekat, atau myopia di antara anak-anak memang meningkat. Sebuah laporan nasional mengatakan, pada tahun 2015 saja sekitar 500 juta orang Cina yang berusia di atas lima tahun menderita gangguan penglihatan, 450 juta di antaranya menderita rabun dekat, dan angka ini terus meningkat. Melansir Telegraph, gangguan penglihatan ini ternyata meyebabkan kerugian Negara. Pada 2012, Cina menghabiskan 100 miliar dolar karena kasus tersebut.

Beberapa produsen game di Cina mengakui adanya penurunan profit akibat kebijakan baru ini. Seperti Tencent yang nilai pasarnya merosot sekitar 20 miliar dolar sehari setelah Cina mengeluarkan 

Dilansir BBC, belum ada persetujuan umum yang menyatakan kalau bermain game adalah penyebab utama rabun dekat. Namun, penelitian baru-baru ini menunjukan meningkatnya angka miopia bisa jadi disebabkan bermain game. Pernyataan di situs Kementrian Pendidikan Cina juga menyatakan tingginya angka penderita miopia disebabkan karena rutinitas belajar yang berat, penyebaran ponsel dan perangkat elektronik lainnya, dan kurangnya aktivitas luar ruangan dan olahraga. 

Komentar
Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

Saat ini ada banyak cara dan sarana untuk membantu orang lain. Lewat NusantaRun salah satunya.