Tak Hadiri Rapat Kerja, Ketua Komisi III Minta KPK Tinggalkan Ego

"Keterangan di Pansus dan di publik terkait Aris Budiman terhadap adanya klik-klik, komisioner ke-6, dan ketua bayangan."

Rabu, 06 Sep 2017 11:53 WIB

Ilustrasi

KBR, Jakarta- Rapat dengar pendapat antara Komisi III DPR RI bidang hukum dengan Komisi Pemberantasan Korupsi ditunda hingga besok pukul 10.00 WIB, Kamis (07/09/17). Ketua Komisi III DPR RI, Bambang Soesatyo mengimbau Pemimpin KPK   meninggalkan ego  dan menghadiri undangan DPR.  Kata dia, KPK yang rugi jika tak menghadiri undangan rapat tersebut.

Bambang mengatakan, rapat dengan KPK  akan membahas Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) serta Rencana Kerja Kementerian/Lembaga (RKKL) tahun 2018. Selain itu, DPR juga akan mengonfirmasi beberapa isu terkait Panitia Khusus Hak Angket DPR terhadap KPK.

"Isu-isu yang berkembang hari ini terkait banyak hal. Terkait kegiatan Pansus yang juga sedikit banyak pertanyaan yang belum terjawab oleh pemimpin KPK yang perlu dikonfirmasi. Kemudian juga keterangan di Pansus dan di publik terkait Aris Budiman terhadap adanya klik-klik, komisioner ke-6, dan ketua bayangan kami akan konfirmasi," kata Bambang di Komplek Parlemen RI, Rabu (06/09/17).

Bambang mengatakan, rapat kerja dengan KPK mesti dihadiri seluruh pemimpin KPK. Sebab, DPR akan mengevaluasi kinerja dan penyerapan anggaran 2017. Setelah itu baru dibahas RAPBN dan RKKL tahun 2018.

"Jadi gimana kita bahas anggaran kalau kita belum mengevaluasi kinerja sebelumnya, kan harus pemimpin yang menyampaikan," ujarnya.

Bambang mengatakan, jika besok KPK tidak hadir maka Komisi III DPR RI akan mengirim surat undangan kembali pada Senin (11/09/17) mendatang.

Berdasarkan surat yang diterima Sekretariat Komisi III DPR, KPK meminta rapat dengar pendapat dijadwalkan ulang. KPK beralasan sebagian pemimpinnya sedang melaksanakan tugas di luar kota. 


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Impor Garam 3,7 Juta Ton, Susi: Bukan Rekomendasi KKP

  • Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas
  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres
  • SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh
  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil

Pemenang Tender Beberkan Nama Anggota DPR Penerima Suap Proyek Bakamla

  • 100 Hari Anies-Sandi, FPDIP Anggap Kebijakan Penataan Tanah Abang Paling Bermasalah
  • AS Tuding Rusia Terlibat Serangan Kimia Suriah
  • Barcelona Siapkan Nomor 7 untuk Griezmann, Bukan Coutinho

Susu menjadi asupan makanan penting pertama yang dikonsumsi manusia dan diperlukan manusia sepanjang hidup, bukan hanya ketika bayi dan balita saja.