Sejumlah Desa di Banyuwangi Alami Krisis Air

Eka memprediksi daerah yang terdampak kekeringan akan bertambah mengingat musim kemarau di Banyuwangi diperkirakan hingga Oktober 2017.

Minggu, 03 Sep 2017 19:54 WIB

Ilustrasi: Warga mengantre air bersih gratis yang didistribusikan dari BPBD Kota Tasikmalaya di Kampung Singkup, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Selasa (29/8). (Foto: Antara)

KBR, Banyuwangi - Warga di tiga desa di Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi, Jawa Timur mengalami krisis air bersih lantaran kekeringan. Kepala Bidang Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi Eka Muharram mengatakan, kemarau panjang telah melanda sejumlah daerah di kabupaten itu dalam sebulan belakangan.

Menurut catatan BPBD Banyuwangi, tiga desa yang kesulitan air bersih antara lain Desa Bansring, Alasbulu dan Wongsorejo. Eka memprediksi daerah yang terdampak kekeringan akan bertambah mengingat musim kemarau di Banyuwangi diperkirakan hingga Oktober 2017.

"Pertama yang terdampak itu di wilayah Kecamatan Wongsorejo, karena hari tanpa hujan di Kecamatan Wongsorejo ini sudah lebih dari dua bulan. Sehingga ada beberapa persediaan airnya sudah dan bahkan bisa dikatakan tidak ada," kata Eka Muharram di Banyuwangi, Minggu (3/9).

"Sehingga penanganan kami mulai kemarin. Kami sudah men-droping di desa ini," lanjutnya.

Baca juga:

Eka menjelaskan, akibat kemarau panjang, sumur bor yang saban hari digunakan untuk kepentingan masyarakat pun mengering. Maka menurutnya untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga mengandalkan distribusi air dari BPBD Banyuwangi.

"BPBD Banyuwangi setiap harinya telah men-droping 5.000 liter air bersih ke daerah terdampak."

Karena musim kemarau diperkirakan masih berlangsung lama, Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Banyuwangi Eka Muharram mengimbau warga agar menghemat pemakaian air bersih. Namun begitu, dia mengatakan warga yang membutuhkan air tak perlu ragu menghubungi BPBD Banyuwangi untuk meminta distribusi air bersih.



Editor: Nurika Manan

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!

  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum
  • SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan
  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...

KPK Bantah ada Intervensi dari Karyawan

  • Praperadilan Setnov, Saksi Nilai KPK Terburu-buru
  • Jokowi: Ideologi Terorisme dan Radikalisme Berupaya Ganti Pancasila
  • Awas Gunung Agung, Presiden Perintahkan Warga Patuh