PVMBG: Seluruh Kawah Dieng Aman, Kecuali Kawah Sileri

Kawah-kawah lain yang telah ditetapkan sebagai area wisata juga aman dikunjungi. Daerah itu termasuk sejumlah destinasi wisata lain seperti Komplek Candi Arjuna, Sumur Jalatunda, hingga Bukit Sikunir.

Senin, 18 Sep 2017 18:49 WIB

Wisatawan berada di sekitar lokasi wisata kawah Sikidang di Kawasan Dataran Tinggi Dieng, Banjarnegara, Jawa Tengah, Jumat (15/9/2017). (Foto: ANTARA/Anis Efizudin)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Banjarnegara – Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyatakan peningkatan status Kawah Sileri di Pegunungan Dieng dari Normal (level I) menjadi Waspada (Level II) sejak Kamis malam pekan lalu tidak berpengaruh terhadap kawah-kawah aktif lain yang ada di Dataran Tinggi Dieng.

Kepala Pos Pengamatan Gunung Api Dieng, Surip mengatakan seluruh kawah di Dieng---kecuali Kawah Sileri---dalam kondisi aman normal. Hal itu berdasarkan pengamatan simultan PVMBG terhadap aktivitas 11 kawah aktif yang berada di Dataran Tinggi Dieng.

Ke-11 kawah tersebut adalah Kawah Pagar Kandang, Sileri, Timbang, Pakui Wojo, Ciglagah, Bitingan, Condrodimuko, Sinila, Sikendang, Sikidang, dan Kawah Sibanteng. Dari 11 kawah itu, hanya Kawah sileri yang berstatus waspada.

Surip mengatakan kawah-kawah lain yang telah ditetapkan sebagai area wisata juga aman dikunjungi. Daerah itu termasuk sejumlah destinasi wisata lain seperti Komplek Candi Arjuna, Sumur Jalatunda, hingga Bukit Sikunir.

Namun, kata Surip, PVMBG tetap melarang wisatawan dan masyarakat mendekat ke Kawah Timbang, Sinila dan Sikendang dalam radius 500 meter. Tiga kawah itu secara konstan masih mengeluarkan gas beracun dan memang bukan kawasan wisata. Hal itu terjadi meski tiga kawah beracun itu dalam kondisi normal.

"Gempa tremor masih terjadi terus menerus, tapi gempa empusan belum ada. Kami mengamatinya dari CCTV, itu kadang-kadang tebal, kadang mengecil. Kawah lain yang berada di Dieng semuanya normal, masih bisa dikunjungi oleh wisatawan. Hanya Kawah Sileri saja yang harus diwaspadai. Kalau Kawah Timbang dan Sinila dari dulu kan memang bukan untuk tempat wisata. Memang itu lokasi gas. Begitu juga Kawah Timbang," kata Surip, Senin (18/9/2017).

Lebih lanjut, Surip menerangkan, berdasar catatatan seismograf, gempa tremor masih terus-menerus terjadi di Kawah Sileri. Begitu pula dengan gempa tektonik dan vulkanik yang secara konstan di atas normal.

Suhu air Kawah Sileri berkisar 93 derajat Celcius, atau sekitar tiga derajat Celcius di atas suhu normal yang hanya berkisar 90 derajat. Adapun suhu tanah meningkat sekitar satu derajat Celcius menjadi 69,5 derajat celcius.

Berdasar pantauan lewat kamera pemantau Closed-Circuit Television (CCTV) di Kawah Sileri, asap secara konstan masih berembus tebal tipis. Menurut Surip, kondisi itu berarti status Kawah Sileri masih Waspada, dan aktifitasnya tak menurun maupun meningkat dari status terkini.

PVMBG menetapkan status Kawah Sileri meningkat dari kondisi normal menjadi berstatus Waspada (Level II) sejak Kamis (14/9/2017) malam. PVMB menetapkan zona berbahaya dalam radius 1.000 meter. Di zona berbahaya itu, PVMBG merekomendasikan agar tidak ada aktifitas. Tak hanya letusan, Kawah Sileri dikhawatirkan mengeluarkan gas CO2 dalam konsentrasi tinggi.

Baca juga:

Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh

  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum

KPK Minta Opini Alternatif, IDI Siapkan Pemeriksaan terhadap Novanto

  • Ratusan Warga Non-Papua Keluar dari Lokasi Konflik Tembagapura
  • Jokowi Minta DPD Dukung Pembangunan Daerah
  • Satgas Temukan Kayu-kayu Hasil Pembalakan Liar Hutan Lindung di Nunukan

“Jadi orang malah jadi keluar masuk untuk merokok, berapa waktu yang terbuang,” kata Tari Menayang dari Komnas Pengendalian Tembakau