Polisi Tembak Nelayan di Kota Tegal Hingga Tewas

Nelayan Warin tewas setelah Brigadir RE menembak dengan pistol ke arah bagian dada hingga menembus ke punggung.

Jumat, 29 Sep 2017 10:18 WIB

Ilustrasi. (Foto: tribratanews.polri.go.id/Publik Domain)

KBR, Semarang - Seorang anggota polisi dari Kota Solo Jawa Tengah menembak seorang nelayan di halaman parkir Hotel Karlita, Kota Tegal pada Kamis, 28 September 2017. 

Peristiwa penembakan dilakukan Brigadir RE, sekitar pukul 03.00 WIB dinihari. Nelayan yang tewas bernama Warin (38) asal Jalan Blanak, Kelurahan Tegalsari, Tegal Barat. 

Kapolres Kota Tegal, Ronny Semmy Thabaa mengatakan peristiwa bermula ketika Brigadir RE bermaksud melerai dua kelompok masyarakat yang terlibat pertengkaran. Salah satu kelompok merupakan kelompok nelayan.

"Akhirnya saudara E datang, mencoba untuk melerai. Namun saat memisahkan---berdasarkan keterangannya---saat memisahkan itu situasinya jadi terdesak. Yang bersangkutan akhirnya membuang tembakan satu kali ke atas. Kemudian karena masih diserang juga, akhirnya terjadi letusan kedua," kata Semmy saat dihubungi KBR, Kamis (28/9/2017) sore.

Brigadir RE merupakan anggota Polres Kota Solo yang saat itu sedang libur dan pulang ke Tegal. Ia datang ke halaman parkir Hotel Karlita setelah dihubungi salah seorang temannya yang terlibat pertengkaran.

Nelayan Warin tewas setelah Brigadir RE menembak dengan pistol ke arah bagian dada hingga menembus ke punggung. Namun saat KBR bertanya jenis senjata api yang digunakan, Semmy menolak menjawab.

Saat ini, Kepolisian Resort Kota Tegal telah menahan Brigadir RE dan menetapkannya sebagai tersangka. Selanjutnya Polresta Tegal akan memproses pidana. 

Sedangkan untuk proses pelanggaran kode etik, Polresta Tegal menyerahkan sepenuhnya kepada Polda Jawa Tengah.

Baca juga:

Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh

  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum

KPK Minta Opini Alternatif, IDI Siapkan Pemeriksaan terhadap Novanto

  • Ratusan Warga Non-Papua Keluar dari Lokasi Konflik Tembagapura
  • Jokowi Minta DPD Dukung Pembangunan Daerah
  • Satgas Temukan Kayu-kayu Hasil Pembalakan Liar Hutan Lindung di Nunukan

“Jadi orang malah jadi keluar masuk untuk merokok, berapa waktu yang terbuang,” kata Tari Menayang dari Komnas Pengendalian Tembakau