Pemerintah Kembangkan Koperasi Model BUMR di Daerah Lumbung Padi

"Ini tidak mudah, akan kami kembangkan jadi lima, sepuluh di titik-titik sentra produksi padi, dan seterusnya,"

Selasa, 05 Sep 2017 10:06 WIB

Ilustrasi (foto: Antara)

KBR, Jakarta- Pemerintah bakal mengembangkan pengelolaan koperasi tani dengan mengadopsi konsep perusahaan (korporasi). Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan, hal ini telah menjadi arah kebijakan Presiden Joko Widodo sejak awal menjabat.

Amran meyakini model koperasi tani modern ini bisa meningkatkan kesejahteraan petani. Ini lantaran petani memegang kendali sejak proses produksi hingga penjualan.

"Jadi koperasi dikorporasikan. Jadi  membina 1000 hektare -  5000 hektare yang kita dorong. Jadi mereka untung, petaninya punya saham di situ. Kemudian mulai dari hulu ke hilir sampai packaging. Kita contohkan yang sudah ada, di Sukabumi. Bapak ini mengarahkan dari dulu, dari sejak awal kami jadi menteri. Itu sudah bagus. Kan ini tidak mudah, akan kami kembangkan jadi lima, sepuluh di titik-titik sentra produksi padi, dan seterusnya," kata Amran di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (4/9/2017).

Amran menambahkan, dengan model koperasi semacam ini, petani akan lebih mudah mendapatkan akses dari perbankan. PT Badan Usaha Milik Rakyat (BUMR) Pangan  di Sukabumi, Jawa Barat merupakan contoh sukses koperasi yang menerapkan konsep korporasi.

"Ini nantinya mudah mendapat akses ke perbankan, mudah masuk juga ke supermarket," kata Amran.

Koperasi tani modern ini akan segera dikembangkan di daerah lumbung padi, seperti di Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, Sulawesi Selatan dan Sumatera Utara.

Sebelumnya saat melakukan kunjungan kerja di Sukabumi, Presiden Joko Widodo meninjau PT BUMR Pangan. Jokowi terkesan dengan keberhasilan PT BUMR dan akan meniru konsepnya untuk dikembangkan lebih luas. Kata dia, pengembangan koperasi tani semacam ini membutuhkan dana Rp 48 miliar.

"Saya ingin ini ditiru sebagai sebuah contoh untuk tempat-tempat yang lain. Tapi memang butuh uang. Seperti sekarang ini, tempat beras seperti BUMR Pangan nilainya Rp 48 miliar," tutur Kepala Negara di Sukabumi, Jumat (1/9/2017).


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!

  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum
  • SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan
  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...

Film G30S PKI Menuai Kritik, Wiranto: Tidak Mungkin Kita Mengubah Fakta Sejarah

  • Pemkab Karang Asem Bakal Minimalkan Lokasi Pengungsian
  • AS Larang Warganya ke Venezuela, Chad, dan Korea Utara
  • Australia Akan Punya Industri Antariksa