Pabrik Semen Tetap Beroperasi, Petani Kendeng Siapkan Tenda Keprihatinan di Depan Istana

"Sampai sekarang kegiatan pabrik semen masih operasi di situ. ada penggalian tanah liat, batu kapur pun masih operasi."

Senin, 04 Sep 2017 09:46 WIB

Ilustrasi: Aksi petani blokir jalan di pabrik PT. Semen Indonesia di Rembang, Jateng. (Sumber: Omah Kendeng)

KBR, Jakarta- Sejumlah petani dari deret Pegunungan Kendeng, Jawa Tengah hari ini berencana  menggelar aksi membangun tenda perjuangan di depan Istana Presiden. Salah seorang petani asal Rembang, Ngatiban mengungkapkan, aksi akan terus berlangsung hingga pemerintah memenuhi tuntutan mereka. Yakni meminta operasional PT Semen Indonesia di kabupaten itu dihentikan.

"Sampai sekarang kegiatan pabrik semen masih operasi di situ. ada penggalian tanah liat, batu kapur pun masih operasi. (Dimana?) Tanah liat di lahan perhutani, trus yang watu kapur di lahan pertanian warga. (Kapan operasi itu dilakukan?) Setiap hari. (Lalu lalang disaksikan warga atau bagaimana?) Disaksikan warga," ujar Ngatiban kepada KBR (3/9/2017)

Ngatiban mengeluhkan laporan yang dilayangkan sebagian Warga Rembang ke Polda Jawa Tengah terkait dugaan pelanggaran pidana lingkungan hidup oleh PT Semen Indonesia tak kunjung ditanggapi. Itu sebab aksi ke Jakarta ditempuh.

Selain petani dari Rembang, aksi damai ini juga dihadiri petani di daerah lain deret Pegunungan Kendeng seperti Kendal.

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!

  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum
  • SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan
  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...

KPK Bantah ada Intervensi dari Karyawan

  • Praperadilan Setnov, Saksi Nilai KPK Terburu-buru
  • Jokowi: Ideologi Terorisme dan Radikalisme Berupaya Ganti Pancasila
  • Awas Gunung Agung, Presiden Perintahkan Warga Patuh