Mahasiswa Jombang Ancam Turunkan Bendera Myanmar dari Taman ASEAN

Aksi itu diwarnai perobekan replika bendera Myanmar. Para aktivis meminta pemerintah Indonesia menyelamatkan muslim Rohingya dan mengusir Duta Besar Myanmar dari Indonesia.

Rabu, 06 Sep 2017 16:38 WIB

Aksi mahasiswa Jombang mengecam aksi militer terhadap etnis Rohingya di Taman ASEAN, Jombang, Jawa Timur, Rabu (6/9/2017). (Foto: KBR/Muji Lestari)

KBR, Jombang – Ratusan mahasiswa asal Jombang, Jawa Timur berdemonstrasi di bundaran Taman ASEAN, Jombang, Jawa Timur, Rabu (6/9/17).

Massa dari sejumlah organisasi yang mengatasnamakan Gerakan Aktivis Mahasiswa (GAM) itu berdemonstrasi menentang agresi militer Myanmar yang mengorbankan warga etnis Rohingya di negara bagian Rakhine, Myanmar.

Aksi itu diwarnai perobekan replika bendera Myanmar. Para aktivis meminta pemerintah Indonesia menyelamatkan muslim Rohingya dan mengusir Duta Besar Myanmar dari Indonesia.

Bahkan, para mahasiswa mengancam akan menurunkan bendera Myanmar, salah satu dari 10 bendera negara anggota ASEAN yang berkibar di taman ASEAN Jombang.

Salah seorang demonstran, Kiki Humairoh Janah mengatakan kejahatan genosida yang dilakukan militer Myanmar terhadap warga etnis Rohingya merupakan pelanggaran HAM berat. Dia menilai, lembaga internasional Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mandul dalam menghadapi koflik di Myanmar.

"Di sini kami dari Gerakan Aktivis Mahasiswa ingin menurunkan bendera Myanmar dari ASEAN. Itu tekad kami dan  mengusir Kedubes dari ASEAN. Myanmar itu ada di ASEAN, kenapa ASEAN yang memiliki julukan kedamaian tetap diam saja melihat negaranya hancur seperti itu? Seharusnya ASEAN mengeluarkan Myanmar," kata Kiki Humairoh.

Para mahasiswa juga mengecam pemimpin Myanmar Aung San Suu Kyi karena membiarkan konflik terus terjadi. Mereka menganggap Aung San Suu Kyi tidak lagi layak menyandang peraih Nobel Perdamaian.

Aksi mahasiswa itu mendapat pengawalan ketat dari Kepolisian Jombang.

Kabupaten Jombang merupakan daerah pertama di Indonesia yang memiliki taman ASEAN. Taman itu berada di Kawasan Simpang Tiga Ringin Contong, Kabupaten Jombang. Di dalam taman itu berkibar 10 bendera negara anggota ASEAN.
 
Baca juga:

Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas

  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres
  • SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh
  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil

Kepala KSP Moeldoko Tepis Anggapan Miring

  • Izin Impor Beras Dialihkan, PT PPI Tak Keberatan
  • BNPB Siapkan Anggaran Rp 166 Miliar untuk Perbaiki Rumah Korban Banjir Bima
  • PS TNI Gagal Menang Melawan 10 Pemain Persebaya

Memberdayakan masyarakat bisa dilakukan dengan banyak cara. Salah satunya seperti apa yang dilakukan anak-anak muda asal Yogyakarta ini melalu platform digital yang mereka namai IWAK.