Latihan Militer, Peluru Kanon Jatuh di Ladang Warga Kebumen

"Jadi pelurunya itu langsung, begitu kita ke sana, tentara mengambil pelurunya,”

Jumat, 15 Sep 2017 20:53 WIB

Warga menyaksikan tentara mengevakuasipeluru canon latihan milter yang jatuh di ladang warga, Kamis (14/09). (Foto: KBR/FKPPS/Muhamad Ridlo)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Kebumen– Peluru  kanon latihan  militer  jatuh di ladang penduduk Desa Kaibon Petangkuran Kecamatan Ambal Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, Kamis (14/9/2017).  Penggarap lahan, Seniman mengatakan peluru kanon itu jatuh sekira pukul 10.00 WIB, di tanah desa yang terletak di Blok Ngalur, Dukuh Karangjiad, yang menjadi bengkok istrinya yang merupakan perangkat desa setempat. Untungnya, peluru kanon itu tak meledak.

Saat itu, kata Seniman, ada delapan petani yang tengah bekerja di ladangnya. Saat ditemukan, peluru kanon itu tanpa hulu ledak dan kincir belakang.

Dia menduga peluru kanon itu berasal dari tembakan dalam pelatihan militer yang melenceng jauh dari sasaran. Jarak antara pagar batas tanah pelatihan militer (zona aman) dengan lokasi jatuhnya peluru kanon berkisar 800 meter. peluru kanon itu melampaui tiga zona, yaitu batas pagar, ladang, dan Trans Jalan Lintas Selatan-Selatan (JLSS).

Dia menjelaskan, pekerja yang saat itu berada di lokasi lantas melaporkan ke Ketua RT dan Bayan (Kepala Dusun) setempat. Lantas, laporan itu diteruskan ke pihak Koramil yang kemudian mengamankan sekitar lokasi.

“Cuma yang jatuh di lahanku itu kan tidak meledak. Ladangku itu kan jauh mas. Bicara soal zona aman, itu jauh ke utara, sekitar 800 meter. Kalau dari perkampungan itu jaraknya tinggal 120 meter. Di utara mega proyek proyek JLSS, sekitar 200 meter kalau dari JLSS. Jadi pelurunya itu langsung, begitu kita ke sana, tentara mengambil pelurunya,” kata Seniman, Jumat (15/9/2017).

Dikonfirmasi, Komandan Kodim 0709/Kebumen, Suep membenarkan kejadian tersebut. Kata dia, peluru kanon itu berasal dari tembakan Batalyon Kavaleri 2, Turangga Seta, TNI AD, menggelar pelatihan menembak di hari terakhir latihan militer, antara Senin-Kamis (11-12/9/2017).

Dia menjelaskan, diduga peluru  kanon itu melenceng, lantaran terpental dari sasaran aslinya. Namun secara pasti, dia mengaku tak mengetahui benda apa yang menyebabkan peluru kanon bisa memental sejauh itu.

Dia membantah bahwa peluru kanon itu melenceng sejauh 800 meter dari zona aman. Jarak dari batas daerah latihan militer hanya sekira 100 meter. Tetapi, dia mengkonfirmasi bahwa antara titik sasaran asli dengan titik jatuh memang jauh, yakni  antara 700-800 meter.

Suep menerangkan, peluru  kanon jenis 105 yang jatuh di ladang warga itu tanpa hulu ledak. Menurutnya, dalam pelatihan militer, tidak setiap peluru kanon atau amunisi yang digunakan terdapat hulu ledak. Sebab, bisa jadi pelatihan militer hanya untuk melatih akurasi.

Dia menambahkan, pihaknya telah memfasilitasi pertemuan antara warga dengan penanggungjawab latihan militer, Litbang TNI AD. Dalam pertemuan itu, telah disepakati ganti rugi atas kerusakan yang terjadi akibat jatuhnya peluru kanon. Pihaknya juga telah menjelaskan kepada warga soal kronologi insiden itu.

"Itu informasi awal kan hanya rekolset. Rekolset itu, artinya harusnya jatuh di titik yang ditentukan, itu mental, mental gitu lho. Jadi harusnya ujungnya kena sasaran, tetapi ini kena sasaran tapi karena ada sesuaau di situ, kemudian mental. Jadi tidak meledak. Mental ke sekitarnya,” jelas Suep.

Editor: Rony Sitanggang  

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!

  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum
  • SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan
  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...

Film G30S PKI Menuai Kritik, Wiranto: Tidak Mungkin Kita Mengubah Fakta Sejarah

  • Pemkab Karang Asem Bakal Minimalkan Lokasi Pengungsian
  • AS Larang Warganya ke Venezuela, Chad, dan Korea Utara
  • Australia Akan Punya Industri Antariksa