Kirim 34 Ton Bantuan untuk Rohingnya, Jokowi: Jumat Sampai

"Ada beras, bantuan makanan siap saji, family kit, tangki air, tenda untuk pengungsi serta pakaian anak, serta selimut."

Rabu, 13 Sep 2017 18:42 WIB

Presiden Joko Widodo melepas 34 ton bantuan untuk pengungsi Rohingnya, Rabu (13/09). (Foto: Biro Pers)

KBR, Jakarta- Presiden Joko Widodo memberangkatkan bantuan kemanusiaan tahap pertama untuk pengungsi Rohingya yang berada di perbatasan Bangladesh-Myanmar. Bantuan seberat 34 ton ini diangkut dengan 4 pesawat Hercules dari Lapangan Udara Halim Perdanakusuma. Bantuan terdiri dari berbagai kebutuhan mendesak yang dibutuhkan oleh para pengungsi.

"Ada beras, bantuan makanan siap saji, family kit, tangki air, tenda untuk pengungsi serta pakaian anak, serta selimut. Kenapa kita memakai pesawat karena dari pengalaman yang lalu memakai kontainer memakan waktu yang lama padahal bantuan ini sangat sangat dibutuhkan diharapkan untuk secepatnya bisa dipakai oleh para pengungsi di perbatasan Bangladesh-Myanmar," kata Jokowi di Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Rabu (13/9/2017).

Jokowi memastikan bakal kembali mengirimkan bantuan ke Bangladesh mulai pekan depan

"Perlu saya sampaikan ini adalah pemberangkatan yang pertama. Nanti Insya Allah minggu depan akan diberangkatkan lagi yang kedua yang ketiga dan seterusnya."


Kepala Negara menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah Bangladesh dan Myamnar atas akses yang diberikan. Ucapan terima kasih juga diungkapkan Jokowi kepada semua pihak di tanah air yang turut mengirimkan bantuan kemanusiaan

"Kita harapkan nantinya ini akan sampai mendekati lokasi yang diinginkan kurang lebih 170 km bandara yang ada kemudian baru diangkut oleh truk menuju ke lokasi pengungsi yang berada di perbatasan Bangladesh-Myanmar," ujar dia.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi berharap bantuan tahap pertama ini akan sampai ke lokasi pengungsian paling lambat Jumat pagi. Kata dia, kondisi dinamis di lapangan sangat mempengaruhi cepat lambatnya bantuan sampai ke tangan pengungsi.

"Ini jalan sambil diurus semua termasuk clearance sudah kami urus semuanya. Jadi mudah-mudahan Kamis paling lambat Jumat pagi bantuan ini akan tiba di Bangladesh," ujar Retno.


Jumlah pengungsi di Bangladesh saat ini telah mencapai ratusan ribu orang. Penyaluran bantuan akan diawasi oleh pemerintah Myanmar baik pusat maupun daerah, serta organisasi internasional.

Retno juga tengah mempersiapkan pengiriman bantuan tahap selanjutnya. Ia memastikan pemerintah siap menampung bantuan dari   masyarakat. Kata dia, sinergi dengan masyarakat sangat penting dalam diplomasi kemanusiaan

"Maka itu, sinergi pemerintah, masyarakat, Ormas, pemda,  menjadi sangat penting. Artinya kita keluar dengan satu nama, Indonesia," ujar bekas Duta Besar RI untuk Belanda ini.

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh

  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum

KPK Periksa Saksi Meringankan Setnov Pekan Depan

  • Polda Metro Rilis 2 Sketsa Terduga Penyerang Novel
  • Polda Papua Akui Ada Perintah Tembak di Tempat di Tembagapura
  • Pemprov Akan Pelajari Investigasi Ombudsman

Program diharapkan dapat mendukung ekonomi masyarakat dengan memanfaatkan lahan di daerah masing-masing