Kemenag: Aturan Harga Umrah Masih Dibahas dengan Asosiasi Travel

Sebelumnya beredar surat di kalangan penyedia travel bahwa biaya umrah Indonesia dipatok minimal di angka Rp21 juta. Kemenag mengklaim tidak tahu-menahu soal surat tersebut.

Senin, 18 Sep 2017 13:31 WIB

Polres Aceh Barat memeriksa pimpinan agen travel Azizi Tour perwakilan Aceh Barat, Cut Mega Putri (tampak belakang) terkait dugaan penipuan perjalanan umrah di Mapolres Aceh Barat, Aceh, Selasa (5/9/2017). (Foto: ANTARA/Syifa Yulinnas)

KBR, Jakarta - Kementerian Agama membantah telah mengeluarkan harga batas bawah penyelenggaraan ibadah umrah. 

Pelaksana tugas Direktur Umrah dan Haji Khusus Kementerian Agama, Muhajirin mengatakan aturan harga minimum penyelenggaraan umrah masih dibahas. Tim Kementerian Agama masih mengumpulkan masukan dari para pelaku usaha penyedia jasa umrah dan pihak terkait lainnya.

"Angka itu masih kami hitung. Kami masih terus menerima masukan dari pihak travel dan asosiasi-asosiasi, supaya nanti ketemu harga yang layak dan sesuai standar pelayanan yang kita tetapkan selama ini," kata Muhajirin kepada KBR, Minggu (17/9/2017).

Sebelumnya beredar surat di kalangan penyedia travel bahwa biaya umrah Indonesia dipatok minimal di angka Rp21 juta. Muhajirin mengklaim tidak tahu-menahu soal surat tersebut. Ia memastikan besaran harga acuan masih dibahas.

Pascakasus penipuan yang dilakukan agen penyedia jasa umroh First Travel beberapa waktu lalu, Kementerian Agama merevisi Peraturan Menteri Agama Nomor 18 Tahun 2015 tentang penyelenggaraan ibadah umrah. Nantinya, agen travel dilarang menawarkan perjalanan umrah di luar batas bawah yang ditetapkan.

Besaran angka biaya umrah, kata Muhajirin, dihitung berdasarkan standar pelayanan minimal satu perjalanan umrah. Ini dilakukan untuk melindungi calon jemaah dari penipuan.

"Kami hitung standar seperti apa yang harus dipenuhi. Harga juga kan fluktuatif. Saat peminat padat harga naik, saat peminat rendah harga turun. Kami akan ambil di antara itu," kata Muhajirin.

Baca juga:

Sebelumnya, Juru bicara Kementerian Agama Mastuki mengatakan penetapan harga acuan perjalanan umrah diperlukan untuk mempermudah pengawasan terhadap travel-travel umrah. Dengan revisi Peraturan Menteri Agama itu, maka akan ada informasi standar biaya normal untuk penyelenggaraan ibadah umrah.

"Disesuaikan dengan komponen perjalanan umrah. Tiket standarnya berapa, pemondokan berapa, lalu transportasi, dan makanan. Kalau di luar angka referensi, terlalu jauh, harus dilakukan pengecekkan," kata Mastuki kepada KBR, Minggu (13/8).

Mastuki menegaskan harga acuan itu berbeda dengan tarif batas bawah. Menurutnya Kemenag tidak akan menetapkan batas bawah ataupun atas biaya umrah. Keputusan ini diambil setelah berkonsultasi dengan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU).

Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh

  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum

KPK Minta Opini Alternatif, IDI Siapkan Pemeriksaan terhadap Novanto

  • Ratusan Warga Non-Papua Keluar dari Lokasi Konflik Tembagapura
  • Jokowi Minta DPD Dukung Pembangunan Daerah
  • Satgas Temukan Kayu-kayu Hasil Pembalakan Liar Hutan Lindung di Nunukan

“Jadi orang malah jadi keluar masuk untuk merokok, berapa waktu yang terbuang,” kata Tari Menayang dari Komnas Pengendalian Tembakau