Kasus Saracen, PPATK Sebut Ada Transaksi Ratusan Juta

"Pokoknya ada yang menerima, ada yang mengeluarkan dana."

Rabu, 27 Sep 2017 21:24 WIB

Tersangka kasus sindikat penyebar hoaks, Saracen. (Foto: Mabes Polri)

KBR, Jakarta- Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menyebut ada transaksi ratusan juta rupiah, dari  14 rekening kelompok penyebar hoaks  Saracen yang telah diperiksa. Kepala PPATK, Kiagus Badarudin mengatakan, nilai transaksi yang ada di dalam rekening beragam.

Kiagus enggan menyebutkan dari siapa saja transaksi itu berasal. Dia beralasan sepenuhnya kewenangan penyidik.

"Pokoknya ada yang menerima, ada yang mengeluarkan dana. (Nilainya) tidak terlalu besar yah, tidak sampai miliar-miliar, ada ratusan juta. Tapi masuknya juga kecil-kecil yah tidak langsung semua," katanya saat ditanya wartawan, Rabu (27/09/17)

Kiagus enggan menyebutkan, siapa tokoh politik yang disebut-sebut terlibat dalam kelompok ini. Ia hanya menyatakan jika semua laporan telah diberikan ke penyidik, dan tidak mau mengacaukan strategi penyidik   mengungkap kasus ini.

"Nama parpol itu kan nanti tanya penyidik. Saya tidak bisa jelaskan itulah. Ini kan sedang dalan penyelidikan," jelasnya.

Sebelumnya, Polri menyebutkan ada tokoh penting yang terlibat dalam kelompok Saracen. Namun polisi juga belum menyebutkan siapa nama tokoh publik tersebut.

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Impor Garam 3,7 Juta Ton, Susi: Bukan Rekomendasi KKP

  • Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas
  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres
  • SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh
  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil

Arsul Sani: KPK Jangan Bernafsu Tangani Korupsi Swasta

  • BPBD Lebak: Gempa Hantam 9 Kecamatan
  • Jerat Hari Budiawan, Warga Tumpang Pitu Protes Putusan Hakim
  • Gunakan GBK, Persija Naikan Tiket Pertandingan Piala AFC

Padahal para pekerja di kedua jenis industri ini kerap dituntut bekerja melebihi jam kerja dan juga kreativitas yang tak terbatas.