Hina Nabi Muhammad, Mahasiswa di Medan Divonis 16 Bulan

"Telah mendengar pembelaan terdakwa secara tertulis. Terdakwa memohon keringanan dan ingin melanjutkan kuliah,"

Rabu, 13 Sep 2017 15:30 WIB

Terdakwa Wiranto Banjarnahor membacakan pledoi di PN Medan, Rabu (13/9). (Foto: KBR/Anugrah Andriansyah)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Medan- Pengadilan Negeri (PN) Medan,Sumatera Utara menghukum Wiranto Banjarnahor  terdakwa penghina Nabi Muhammad hukuman pidana  16 bulan penjara.   Ketua Majelis Hakim, Sabarulina Ginting  memerintahkan terdakwa tetap ditahan.

"Mengadili, menyatakan, dan menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dengan pidana 1 tahun dan 4 bulan. Dipotong selama masa penahan, dengan terdakwa tetap dalam tahanan," ujar Sabarulina Ginting.

Ketua majelis hakim juga mengatakan, bahwa terdakwa telah menyampaikan pembelaan secara tertulis, dan meminta maaf kepada seluruh umat muslim atas perbuatannya.

"Telah mendengar pembelaan terdakwa secara tertulis. Terdakwa memohon keringanan dan ingin melanjutkan kuliah," kata Sabarulina Ginting.

Dalam persidangan tersebut, majelis hakim mengungkapkan hal yang memberatkan terdakwa yakni perbuatannya dapat menimbulkan konflik antarumat beragama di Indonesia. Sementara hal yang meringankan, terdakwa mengakui kesalahannya, dan telah dipecat dari kampus.

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Sindu Hutomo, menuntut Wiranto Banjarnahor dengan pidana 2 tahun. Hal itu dikarenakan, berdasarkan pemeriksaan di pengadilan Wiranto terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan penistaan Agama Islam dengan menghina Nabi Muhammad.

Dalam amar tuntutannya, JPU menyebutkan, bahwa perbuatan Wiranto telah melanggar ketentuan yang diatur dan diancam dengan Pasal 156 a KUHP Tentang Permusuhan, Penyalahgunaan atau Penodaan Terhadap Suatu Agama.

Dalam dakwaan JPU disebutkan terdakwa Wiranto Banjarnahor melakukan penodaan agama dengan melakukan penghinaan terhadap Nabi melalui akun di Facebook.

Wiranto diciduk  kepolisian dari kosnya, di Jalan Pancing, Medan Estate, Medan, Selasa, 16 Mei 2017, lalu. Selanjutnya, polisi melakukan pemeriksaan dan menahan Wiranto yang waktu itu masih berstatus mahasiswa Unimed. Belakangan karena terjerat kasus itu, Wiranto diberhentikan dari universitas tersebut.

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!

  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum
  • SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan
  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...

Polisi Buru Penyebar Hoaks Gunung Agung Meletus

  • Frekwensi Kegempaan Gunung Agung Meningkat
  • Anak-anak Pengungsi Gunung Agung Mulai Belajar di Sekolah Terdekat
  • Pansus Angket KPK Akan Sampaikan Laporan Sementara Besok