Harga Elpiji Bersubsidi di Kotawaringin Barat Tembus Rp55 Ribu per Tabung

"Apabila kami temukan gas bersubsidi di jual warung-warung pengecer maka kami tindak karena itu melanggar hukum. Jika ada permainan dengan pangkalan, pangkalannya pun akan kami tindak."

Kamis, 07 Sep 2017 22:17 WIB

Ilustrasi kegiatan operasi pasar gas elpiji bersubsidi di Palu, Sulawesi Tengah, Kamis (7/9/2017). (Foto: ANTARA/Basri Marzuki)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Pangkalan Bun - Harga gas elpiji bersubsidi ukuran tabung tiga kilogram di Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah terus merangkak naik.

Meskipun Harga Eceran Tertinggi (HET) gas elpiji bersubsidi yang ditetapkan pemerintah di wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat hanya Rp18 ribu per tabung, namun rata-rata harga di pasaran sudah dua kali lipat.

Rata-rata harga gas elpiji di dalam Kota Pangkalan Bun mencapai Rp35 ribu hingga Rp45 ribu per tabung. Bahkan, di kecamatan yang jauh dari kota, seperti Kecamatan Kotawaringin Lama, harganya sudah tembus hingga Rp55 ribu.

Pemerintah daerah terpaksa mengumpulkan 30-an orang agen penjual gas elpiji ukuran tiga kilogram, pada Kamis (7/9/2017) sore. Dari pertemuan yang dipimpin Wakil Bupati Kotawaringin Barat Ahmadi Riansyah, terungkap bahwa agen menjual lagi gas elpiji bersubsidi itu ke pengecer atau warung-warung. Padahal itu melanggar aturan.

Baca juga:


Ahmadi Riansyah meminta para agen penjual gas elpiji tidak lagi mengalirkan gas ke pengecer. Agen hanya boleh menjual gas bersubsidi langsung ke masyarakat yang berhak, yang memiliki Kartu Kendali Elpiji 3 Kg.

"Penjualan di pangkalan elpiji itu berdasarkan kartu kendali, dengan harga eceran tertinggi Rp18 ribu di lima kecamatan dan Rp20 ribu di Kecamatan Kotawaringin Lama. Kami juga akan melakukan pemeriksaan ke lapangan. Apabila kami temukan gas bersubsidi di jual warung-warung pengecer maka kami tindak karena itu melanggar hukum. Jika ada permainan dengan pangkalan, pangkalannya pun akan kami tindak," tegas Ahmadi, di Pendopo Kabupaten, Kamis (7/9/2017).

Ahmadi memastikan akan menindak tegas agen yang diketahui menjual gas elpiji bersubsidi ke warung-warung. Bahkan, pemilik warung yang menjual lagi gas elpiji itu juga akan ditindak tegas.

Selain itu, kata Ahmadi, pemerintah daerah juga akan membentuk tim terpadu pembinaan pengawasan penggunaan elpiji bersubsidi. Untuk mempermudah sosialisasi, pemerintah daerah akan mengeluarkan surat edaran mengenai pengawasan itu.

Salah seorang pedagang gas eceran di Kecamatan Kumai yang turut dalam pertemuan itu, mengaku menjual gas elpiji bersubsidi seharga Rp38 ribu. Pedagang yang enggan menyebut namanya itu beralasan menjual lebih tinggi, karena ia membelinya seharga Rp35 ribu per tabung.

Seorang pedagang lain bahkan menjual hingga Rp40 ribu per tabung, dengan mengambil untung Rp5 ribu dari harga beli.

Para pedagang eceran itu mengaku rata-rata mereka membeli gas dari pedagang lain dan bukan dari agen. Mereka justru tidak tahu bahwa menjual elpiji tiga kilogram selain lewat agen merupakan tindakan yang dilarang pemerintah.

Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi

  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum
  • SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan
  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah

Paripurna DPR Tetapkan Tujuh Anggota Komnas HAM

  • Polisi Masih Dalami Politikus Penyandang Dana Saracen
  • DKI Ubah Trayek Angkutan Umum demi Program OK-OTRIP
  • Tidak Ada Logo Palu Arit di Spanduk Yang Digunakan Warga Demo Tolak Tambang Emas