Harga Cabai Turun Drastis, Pedagang: Terendah dalam Beberapa Tahun

Kini, harga jual cabai rawit eceran hanya Rp12 ribu sampai Rp13 ribu per kilogram. Dari tengkulak, Aminah hanya membeli dengan harga Rp10 ribu per kilogram.

Selasa, 19 Sep 2017 17:03 WIB

Pedagang memilah cabai di Pasar Legi, Solo, Jawa Tengah, Senin (11/9/2017). Harga cabai turun drastis karena panen di daerah penghasil cabai. (Foto: ANTARA/Maulana Surya)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Cilacap – Harga cabai rawit di pasar tradisional Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah anjlok atau turun 10 kali lebih rendah dibanding tiga bulan lalu saat terjadi kelangkaan cabai dan lonjakan harga cabai. 

Seorang pedagang di Pasar Gandrung, Kecamatan Gandrungmangu, Aminah mengatakan bahkan dengan harga normal tahun lalu pun, harga cabai rawit saat ini masih lima kali lebih murah.

Aminah mengatakan saat terjadi kelangkaan cabai beberapa waktu lalu, harga beli cabai rawit di Pasar Gandrung yang merupakan pusat grosir mencapai Rp100 ribu hingga Rp110 ribu per kilogram. Cabai rawit kemudian dijual eceran antara Rp115 ribu hingga Rp120 ribu per kilogram. Di beberapa daerah bahkan harga cabai mencapai Rp200 ribu.

Namun kini, harga jual cabai rawit eceran hanya Rp12 ribu sampai Rp13 ribu per kilogram. Dari tengkulak, Aminah hanya membeli dengan harga Rp10 ribu per kilogram.

Aminah menduga jatuhnya harga cabai rawit saat ini terjadi lantaran ada gerakan menaman cabai rawit massal yang dilakukan oleh kelompok-kelompok perempuan, seperti PKK dan Kelompok Wanita Tani (KWT). 

Bahkan, ibu rumah tangga biasa pun digerakkan oleh pemerintah untuk menanam cabai rawit secara serentak saat terjadi lonjakan harga hingga Rp 120 ribu per kilogram, sekitar empat atau tiga bulan lalu.

Saat ini, kata Aminah, cabai rawit yang ditanaman berbagai kelompok itu tengah berbuah. Sementara, di musim kemarau ini, cabai petani juga tengah panen raya. Itu sebabnya, suplai melimpah cabai tak diimbangi dengan permintaan konsumen. Pada akhirnya, harga jatuh ke titik terendah.

Harga cabai rawit saat ini di Cilacap, kata Aminah, merupakan harga terendah dalam beberapa tahun terakhir. Tahun lalu sebelum terjadi lonjakan harga hingga Rp120 ribu per kilogram, pada saat cabai rawit melimpah, rentang harga cabai rawit masih cukup tinggi antara Rp30 ribu hingga Rp60 ribu per kilogram. Harga normal beberapa tahun belakangan ada di angka Rp50 ribu per kilogram.

"Normal dulunya harganya Rp50 ribu per kilogram. Lalu banyak orang menanam. Orang kampung kan sekarang banyak yang panen cabai. Sekarang banyak kelompok-kelompok tani ibu-ibu yang lagi panen cabai di rumah-rumah," kata Aminah di Cilacap, Selasa (19/9/2017).

Pedagang lain di pasar Kecamatan Gandrungmangu, Samidah juga membeli cabai rawit dari tengkulak seharga Rp10 ribu per kilogram, dan dijual dengan harga Rp12 ribu hinga Rp13 ribu per kilogram. 

Namun, harga murah itu tak lantas memicu tingginya permintaan. Sebab, hampir semua rumah tangga memiliki tanaman cabai.

"Belinya Rp10 ribu per kilogram dari penjual. Harga cabai turun sudah tiga bulanan. Sejak Idul Fitri harganya turun pelan-pelan. Pas tinggi itu belinya Rp100 ribu. Kalau sekarang belinya Rp10 ribu per kilogram dari penjual. Dijual Rp12 ribu sampai Rp 13 ribu per kilogram," ujar Samidah.

Baca juga:

Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh

  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum

Polisi Selidiki Penadah dan Penyuplai Hasil Pendulang Emas Ilegal di Freeport

  • Bappeda DKI: Anggaran Kunker DPRD Naik Karena Djarot
  • Presiden Minta Malaysia Impor Beras Dari Indonesia
  • Kejati Tahan 2 Tersangka Mark Up Alat Tangkap untuk Nelayan di Mandailing Natal

Guna mengembangkan dan mengapresiasi Organisasi Kepemudaan, Kementerian Pemuda dan Olahraga menyelenggarakan "Pemilihan Organisasi Kepemudaan Berprestasi 2017"