Diprotes karena Pukuli 15 Siswa, Guru SD Rejang Lebong Minta Maaf

"Prosesnya sudah selesai. Melalui mediasi tidak perlu berlanjut ke ranah hukum. Pihak orang tua juga telah resmi menerima permohonan maaf pihak sekolah dan guru yang bersangkutan."

Jumat, 08 Sep 2017 18:52 WIB

Guru pelaku pemukulan/kekerasan pada anak meminta maaf di SDN 22 Rejang Lebong, Bengkulu, Jumat (8/9/2017). (Foto: KBR/Muh Anthoni)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Rejang Lebong - Seorang guru piket di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 22 Kecamatan Selupu Rejang, Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu berinisial SH akhirnya minta maaf karena menganiaya 15 orang siswa di sekolah itu.

Dari berbagai informasi yang dikumpulkan KBR, peristiwa penganiayaan guru terhadap siswa itu terjadi usai kegiatan belajar-mengajar, pada Kamis (7/9/2017). Ketika itu SH sebagai guru piket memberi tugas kepada siswa kelas V untuk melakukan piket rutin.

Namun SH kesal karena permintaannya seperti tidak ditanggapi baik oleh para siswa, sehingga ia memukul 15 orang siswa.

Pemukulan itu menyebabkan orang tua protes. Salah seorang ibu korban, Hariyuni kesal karena melihat anaknya mengalami memar akibat pukulan guru. Ia pun mendatangi sekolah untuk meminta tanggung jawab sekolah.

"Saya datang kesini minta penjelasan dari sekolah. Saya datang bersama beberapa orang tua siswa lain, yang juga mengalami hal yang sama," kata Hariyuni kepada KBR di SDN 22 Selupu Rejang, Jumat (8/9/17).

Ketika orang tua datang menggeruduk, sejumlah tokoh masyarakat datang ke SDN 22 Selupu Rejang. Tokoh masyarakat itu mulai dari pejabat Babinkamtibmas Polres, Kepala Desa, komite sekolah, pengawas sekolah hingga pejabat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Rejang Lebong. Ditengahi para pejabat itu, sekolah melakukan mediasi dengan orang tua siswa.

Kepala SD Negeri 22 Selupu Rejang, Baniar meminta maaf atas peristiwa itu. Baniar mengakui lalai mengawasi para guru dan siswa. Selain Baniar, guru berinisial SH itu juga meminta maaf.

"Ada 300 lebih siswa di sekolah ini. Atas kejadian ini saya dan oknum guru yang bersangkutan meminta maaf dan siap bertanggungjawab apabila siswa tersebut memerlukan pengobatan dan berjanji kejadian yang sama tidak akan terulang kembali," kata Baniar.

Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Rejang Lebong Nasyirwan mengatakan akan memberikan pembinaan terhadap guru pelaku penganiayaan. Dinas Pendidikan juga akan mengevaluasi peran kepala sekolah dan pengawas sekolah.

"Prosesnya sudah selesai. Melalui mediasi tidak perlu berlanjut ke ranah hukum. Pihak orang tua juga telah resmi menerima permohonan maaf pihak sekolah dan guru yang bersangkutan. Kami berharap kejadian seperti ini tidak terulang kembali karena mencoreng dunia pendidikan. Pengawasan dan evaluasi terhadap kinerja pengawas dan kepala sekolah akan kita tingkatkan kembali," kata Nasyirwan.

Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Impor Garam 3,7 Juta Ton, Susi: Bukan Rekomendasi KKP

  • Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas
  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres
  • SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh
  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil

Pemenang Tender Beberkan Nama Anggota DPR Penerima Suap Proyek Bakamla

  • 100 Hari Anies-Sandi, FPDIP Anggap Kebijakan Penataan Tanah Abang Paling Bermasalah
  • AS Tuding Rusia Terlibat Serangan Kimia Suriah
  • Barcelona Siapkan Nomor 7 untuk Griezmann, Bukan Coutinho

Susu menjadi asupan makanan penting pertama yang dikonsumsi manusia dan diperlukan manusia sepanjang hidup, bukan hanya ketika bayi dan balita saja.